Jadi Rektor UI 2019-2024, Profesor Ari Kuncoro Siap Tiru 2 Negara Ini

M Iqbal

Jakarta, IDN Times - Rektor Universitas Indonesia (UI) kini dijabat Profesor Ari Kuncoro. Ari resmi dilantik menjadi Rektor UI 2019-2024 di Depok, Rabu (4/12), menggantikan rektor sebelumnya yaitu Muhammad Anis.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Nomor 020/SK/MWA-UI/2019 tentang Pemberhentian Rektor UI 2014-2019 dan Pengangkatan Rektor UI 2019-2024. Ari sebelumnya menjabat sebagai dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.

Ari akan menjalankan tugas dan kewajibannya, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI.

1. Ari akan mencontoh Tiongkok dan Jepang dalam program pembangunan di UI

Jadi Rektor UI 2019-2024, Profesor Ari Kuncoro Siap Tiru 2 Negara Ini

Dalam pidatonya, Ari mengaku akan mencontoh negara Tiongkok dalam membuat kemajuan, tapi dengan tidak meninggalkan akar budayanya pada program pembangunan di UI.

"Belajar dari kemajuan dunia yang saat ini berpusat di timur seperti Jepang maupun Tiongkok, kunci kesuksesan negara tersebut ada pada social capital. Yang didefinisikan sebagai kumpulan dari network manusia. Apapun bentuk kebijakan harus memerhatikan akar budaya manusia-manusia di dalamnya," kata Ari.

2. Meski punya gagasan baru, Ari juga akan mempertahankan nilai-nilai baik peninggalan rektor sebelumnya

Jadi Rektor UI 2019-2024, Profesor Ari Kuncoro Siap Tiru 2 Negara Ini

Meski begitu, Ari menyebutkan, nilai-nilai yang baik akan dipertahankan dan dilanjutkan dalam memimpin UI.

"UI telah memiliki pondasi dan jejaring yang kuat menuju world class university. Saya akan melanjutkan amanah untuk memupuk social capital dan memajukan UI, tentu dengan kolaborasi berbagai pihak, salah satunya dengan pihak industri atau swasta dan pemerintah,” kata dia.

3. Ari terpilih setelah mengalahkan dua kandidat lainnya

Jadi Rektor UI 2019-2024, Profesor Ari Kuncoro Siap Tiru 2 Negara Ini

Ari terpilih menjadi rektor UI setelah melalui tahapan seleksi hingga menyisakan tiga calon rektor lainnya, di mana dua kandidat calon rektor UI lainnya adalah Prof Dr rer nat Abdul Haris dan Prof Dr dr Budi Wiweko, MPH, SpOG(K).

Proses pemilihan rektor UI berjalan berdasarkan asas profesional, non-diskriminatif, akuntabel, dan setiap proses berlangsung transparan. Proses pemilihan rektor terdiri atas penjaringan, penyaringan, dan penetapan, serta pelantikan yang berlangsung mulai Mei hingga September 2019.

 

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini: http://onelink.to/s2mwkb