Jadi Sindikat Pembuat Ijazah Palsu, Wanita Cantik Ditangkap Polisi

Syahrul Ansyari, Syarifuddin Nasution (Jambi)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Seorang wanita cantik bernama Aprillian Mulyanti, 23 tahun, warga jalan Pangeran Antasari, RT 18, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Jambi, diciduk polisi setelah ketahuan jadi sindikat pembuat ijazah palsu.

Dari informasi yang dihimpun VIVA, Aprillian sudah menjalankan aksinya itu selama empat tahun. Tarif yang dia tawarkan bermacam-macam, mulai dari Rp200 ribu sampai Rp1 juta rupiah. Kepolisian yang mendapat informasi tersebut langsung melakukan penangkapan.

"Ya benar, kita tangkap seorang wanita karena ketahuan membuat ijazah palsu," kata Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Handres, saat dikonfirmasi, Minggu, 21 Februari 2021.

Handres mengatakan wanita itu ditangkap oleh tim Unit Tipidter Satreskrim Polresta setelah adanya informasi maraknya peredaran ijazah palsu di kalangan masyarakat sehingga Tipidter langsung melakukan undercover yang cukup lama. Saat datang membawa ijazah palsu paket C, dia langsung ditangkap.

"Saat memastikan target, sindikat pembuat ijazah palsu langsung ditangkap pihak tim anggota dan setelah itu melakukan penyelidikan," katanya.

Baca juga: Sri Sultan Pertanyakan Keaslian Ijazah UGM Jokowi, Cek Faktanya

Tidak sampai di situ, kepolisian juga menyelidiki rumah Aprillian tepatnya di Talang Banjar. Dan saat melakukan penggeledahan, kepolisian menemukan laptop, stempel, hologram dan sejumlah lembaran ijazah palsu dan setelah itu langsung dibawa ke Polresta Jambi.

"Kalau untuk mencari target pembeli ijazah palsu, Aprillian memasang iklan di media sosial dan saat adanya target langsung dibuat ijazah," kata Handres.

Handres menceritakan karir Aprillian menjadi pembuat ijazah palsu cukuplah lama yakni sudah empat tahun dan tarif harga tersebut diketahui dari harga Rp200 ribu sampai Rp1 juta.

"Kalau pengakuan wanita yang kita tangkap menyebutkan dari tahun 2017 membuat ijazah palsu SMA dan begitu juga barang bukti ijazah SMA kita amankan ada puluhan yang saat ini diperiksa intensif," katanya.