Jadi Tempat Isolasi Mandiri, Kapal Pelni Mampu Angkut 1.995 Orang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Guna mendukung penanganan Covid-19 di wilayah Makassar, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengirimkan satu unit kapal Pelni dengan kapasitas 1.995 orang. Rencananya, kapal tersebut akan digunakan untuk isolasi mandiri orang dengan gejala ringan Covid-19.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo mengatakan, PT Pelni menyiapkan kapal penumpang KM Umsini untuk digunakan sebagai tempat isolasi apung di Makassar. Kapal dengan kapasitas total 1.995 orang itu telah tiba di Makassar pada Rabu (14/7/2021) kemarin.

Sebagai tempat isolasi, berarti KM Umsini hanya akan dipakai 50 persen dari kapasitas maksimal. Itu artinya, sebanyak 868 unit ruang akan digunakan dengan 68 diantaranya akan digunakan oleh tenaga kesehatan.

Dirjen Agus mengatakan penyediaan kapal ini merupakan tindak lanjut dari usulan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Kemenhub telah memberikan izin dan telah berkoordinasi kepada Pelni terkait dengan penyediaan kapal.

Selanjutnya, terkait operasional isolasi dan penyediaan nakes akan dikoordinasikan oleh Pemda setempat. Armada kapal yang biasanya digunakan untuk angkutan penumpang itu kini tengah berhenti beroperasi karena PPKM Darurat.

Tahap Persiapan

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala), Capt. Antoni Arif Priyadi menyebutkan penyediaan kapal untuk isolasi apung ini masih dalam tahap persiapan.

Ada beberapa aspek yang perlu disiapkan untuk isolasi apung. Salah satunya adalah penetapan status kapal sebagai tempat isolasi mandiri oleh Ditjen P2P Kementerian Kesehatan.

"Sedang dipersiapkan juga mengenai jangka waktu pelaksanaan, posisi kapal sandar/berlabuh," katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (15/7/2021).

Fasilitas Isolasi Apung

Kapal Pelni. Dok Kemenhub
Kapal Pelni. Dok Kemenhub

Kemudian, terkait fasilitas isolasi apung, akan terdiri dari tempat tidur, crew kapal, alat kesehatan, APD untuk crew kapal, tenaga kesehatan, tenaga keamanan, konsumsi dan penanganan limbah medis.

"Saat ini untuk crew kapal yaitu hanya ABK inti dan proses rolling setiap 2 (dua) minggu sekali," katanya menambahkan.

Informasi, kapan untuk isolasi apung ini dalam kondisi tidak berlayar dan berlabuh di sekitar Pulau Lae Lae. Lokasi ini dipilih agar memudahkan pihak Pemkot Makassar melakukan pengawasan dan pendistribusian logistik dan obat-obatan bagi pasien yang berada di kapal.

"Nantinya akan dilakukan juga monitoring kesehatan tenaga kesehatan dan crew yang bertugas secara berkala. Dan setiap rolling, mereka akan dilakukan test RT-PCR terlebih dahulu," tutupnya.

Selain Makassar, wacana pemanfaatan kapal untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 juga akan dilakukan di Lampung. Kendati demikian, prosesnya masih dalam tahap koordinasi dengan Gubernur Lampung dan pihak-pihak terkait.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel