Jadi Tersangka Dugaan Penyelewengan Dana ACT, Ahyudin dan Ibnu Khajar Belum Ditahan

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) telah menetapkan eks petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin serta petinggi ACT Ibnu Khajar sebagai tersangka dugaan penyelewengan dana.

Selain mereka, polisi juga menjadikan HH dan NIA sebagai tersangka atas kasus tersebut.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi belum melakukan penahanan terhadap keempat orang itu. Hal ini akan dilakukan setelah penyidik melakukan diskusi secara internal.

"Sementara kita masih akan melakukan diskusi internal, terkait masalah penangkapan maupun penahanan," kata Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf kepada wartawan, Senin (25/7).

Sebelumnya, Polisi menetapkan Ahyudin (A) dan Ibnu Khadjar (IK) sebagai tersangka kasus Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Keduanya dijerat pasal penggelapan.

Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf mengatakan penetapan tersangka pada pukul 15.50 Wib sore tadi.

"Pada pukul 15.50 telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Helfi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (25/7).

Selain Ahyudin dan Ibnu Khadjar, Hariyana Hermain (HH) dan NIA juga turut ditetapkan sebagai tersangka.

Karopenmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan HH merupakan salah satu pembina ACT dan memiliki jabatan tinggi lain di ACT, termasuk bagian keuangan.

"Persangkaan pasal tindak pidana penggelapan dan atau penggelapan dalam jabatan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik dan atau tindak pidana yayasan atau tindak pidana pencucian uang," ungkap Ramadhan. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel