Jadi Transgender, Dena Rachman Ungkap Pertama Kali Merasa Dirinya Berbeda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dena Rachman telah memutuskan untuk menjadi transgender. Kepada Daniel Mananta, mantan artis cilik ini pun mengungkap pertama kali merasa dirinya berbeda dari anak lelaki seusianya.

Dena Rachman mengatakan bahwa sejak TK ia memang sudah senang tampil. Untuk itu, orangtua mengarahkannya untuk menjadi artis cilik. Dena kecil sempat mengeluarkan album serta main di sejumlah serial laga.

Saat SMP dan memasuki masa pubertas, Dena Rachman merasa bahwa dirinya berbeda dari remaja lelaki seusianya. Namun ia bersyukur karena dikelilingi teman yang memiliki pemikiran terbuka. Dari situlah ia mulai terbuka tentang keadaannya.

"Kebetulan SMP Lab School termasuk sekolah yang open minded jadi teman-teman gue nerima. Awalnya becanda, cuma lama-lama dekat akhirnya teman-teman gue cowok, cewek dan kita dekat. Akhirnya apa adanya gue waktu itu," kata dia di YouTube Daniel Mananta, Senin (16/11/2020).

Sikap Orangtua

Potret Terbaru Dena Rachman. (Sumber: Instagram/denarachman)
Potret Terbaru Dena Rachman. (Sumber: Instagram/denarachman)

Sementara dalam lingkungan keluarga, Dena Rachman masih belum bisa jujur dan terbuka terkait perbedaan yang ia rasakan. Ayah ibunya pun terus mengarahkannya untuk berpenampilan selayaknya lelaki pada umumnya.

"Dulu tuh jaman SMP, SMA, gue diajak ke acara keluarga gue mau enggak mau. Kalau bokap mau ajak ke acara keluarga juga masih kayak ngatur, karena gue dulu suka pakai baju ketat," papar pemilik nama asli Renaldy Denada Rachman itu.

"Itu bikin bingung, gue harus berpakaian seperti itu (lelaki), tapi itu bukan yang aku inginkan. Jadi takut, malu, dan enggak ada open dialog. Menurut gue saat itu mereka di fase denial kali ya karena pasti bisa lihat anaknya sedikit berbeda. Cuma mungkin dihadapi aja, gue enggak tahu," sambungnya.

Jadi Diri Sendiri

Tak sedikit komentar pedas yang mendatangi Dena Rachman dengan keputusannya untuk menjadi seorang transgender. Terlebih di Indonesia masyarakatnya sosial normatif yang hidup dengan nilai dan norma yang djunjung tinggi. (Galih W. Satria/Bintang.com)
Tak sedikit komentar pedas yang mendatangi Dena Rachman dengan keputusannya untuk menjadi seorang transgender. Terlebih di Indonesia masyarakatnya sosial normatif yang hidup dengan nilai dan norma yang djunjung tinggi. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Memasuki SMA, Dena Rachman semakin terbuka soal jati dirinya, meski ia tetap mengikuti regulasi sekolah untuk berseragam laki-laki.

"Gue masuk SMA 6 udah enggak pura-pura. Dalam artian masih ikutin regulasi pakai seragam sesuai cuma dari awal gue sudah menjadi diri sendiri ditunjukkan melalui sikap dan preferensiku. Gue sudah all out," paparnya.

Disayangi Teman

Dan bukan dicibir atau dijauhi, bintang serial Misteri Gunung Merapi ini justru malah disenangi oleh teman-temannya di sekolah. Apalagi, ia juga dikenal sebagai anak yang cerdas.

"Di awal-awal gue kan ada orientasi gitu, jadi sama senior kayak dikerjain gitu. Ketika gue disuruh macam-macam gue malah totalitas jadi lama-lama kakak kelas yang ngerjain gue malah jadi sayang. Gue tampil aja bodo amat," tuturnya.

Penampilan Perlahan Berubah

Di masa kuliah yang sudah tak berseragam, Dena Rachman pun secara bertahap menunjukkan dirinya yang sesungguhnya melalu penampilan.

"Waktu gue ke kampus gue sudah pakai skinny jeans, pakai baju distro, kaos yang lucu, kemeja floral, tapi belum pakai dress. Nah, di situ mulai, dalamannya mungkin pakai tank top segala macam," ia mengakhiri.