Jadi Trending di Twitter, Xi Jinping Diisukan Dikudeta

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden China Xi Jinping menjadi topik pembicaraan yang ramai dibahas di Twitter sejak kemarin lantaran muncul laporan dia berada dalam tahanan rumah menyusul kudeta militer. Laporan itu sendiri tidak terkonfirmasi dan tidak dimuat oleh sumber-sumber berita terpercaya.

Xi dan tagar #kudetaChina menjadi isu yang banyak disebut di Twitter setelah puluhan ribu orang menyebarkan. Isu itu menyebut Xi ditangkap dan digulingkan oleh anggota militer China yang biasa disebut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Laman Newsweek melaporkan, Sabtu (24/9), spekulasi ini muncul di tengah informasi yang menyebut hampir tidak ada penerbangan komersil yang keluar masuk Ibu Kota Beijing Sabtu kemarin. Laporan lain yang juga tidak terkonfirmasi menyebut kereta dan bus juga semua tidak beroperasi di Beijing.

Situs resmi Bandara Beijing memperlihatkan sejumlah penerbangan memang dibatalkan tapi banyak juga yang masih sesuai jadwal dan sudah mendarat. Selain itu ada juga laporan mengatakan sejumlah penerbangan dibatalkan karena ada latihan militer.

Sebuah video yang banyak dibagikan di Twitter juga memperlihatkan deretan kendaraan militer yang mencapai panjang 80 kilometer tengah menuju Beijing di tengah laporan kudeta pada 22 September.

Namun video itu hanya berdurasi kurang dari satu menit jadi tidak memperlihatkan iring-iringan kendaraan itu mencapai 80 kilometer. Selain itu video tersebut juga tidak menyebutkan kapan dan di mana direkam atau apakah benar konvoi kendaraan militer itu adalah bagian dari aksi kudeta militer.

Rumor ini juga kian memanas setelah politikus India Subramanian Swamy yang memiliki 10 juta pengikut di Twitter kemarin mencuit: "Rumor baru harus diperiksa: Benarkah Xi Jinping berada dalam tahanan rumah di Beijing? Ketika Xi ada di Samarkand belum lama ini, para pemimpin Partai Komunis China seharusnya sudah menggulingkan Xi sebagai pemimpin militer. Kemudian muncullah isu penangkapan. Rumor pun meluas."

Dalam serangkaian cuitan mantan pejabat Departemen Pertahanan untuk China, Taiwan, dan Mongolia, Drew Thompson menyebut rumor itu "sangat keliru".

"Rumor yang menyebut Xi Jinping ditangkap punya pijakan karena saat ini memang sedang muncul isu politik yang sensitif di China dan sejumlah pejabat senior belum lama ini banyak yang diadili dan didakwa sehingga menimbulkan suasana cukup panas," tulis Thompson.

"Diskusi terbuka tentang oposisi terhadap Xi membuat rumor ini masuk akal. Meski tidak ada cukup bukti yang menyatakan Xi tengah menghadapi oposisi internal, spekulasi tetap muncul. Situasi ini membuat isu kian liar dan bagi sebagian orang ada yang berhadap memang Xi ditangkap."

Frida Ghitis, responden dan koresponden serta kolumnis isu internasional di CNN juga menyangkal "isu liar" yang berasal dari China ini.

"Media sosial ramai soal kabar kudeta di China, bahwa Xi Jinping menjadi tahanan rumah. Tapi semua itu tidak ada buktinya."

Xi Jinping belum lama ini hadir dalam konferensi tingkat tinggi di Shanghai Cooperation Organisation (SCO) yang berlangsung di Samarkand, Uzbekistan dan dia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. [pan]