Jadi yang Pertama Datang ke Rumah Ferdy Sambo, Ipda Arsyad Tidak Profesional

Merdeka.com - Merdeka.com - Majelis sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) memutuskan menunda sidang terduga pelanggar eks Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Arsyad Daiva Gunawan untuk dilanjutkan pekan depan.

Namun demikian, terkait pelanggaran yang dilakukan Ipda Arsyad Daiva Gunawan telah diungkap jika dirinya diduga melanggar etik karena tak profesional ketika berada di lokasi kejadian penembakan Brigadir J atau rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga.

"Dia tidak profesional di TKP," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Sabtu (17/9).

Kendati begitu, Dedi, tidak menjelaskan secara rinci bentuk tidak profesionalnya Ipda Arsyad Daiva Gunawan. Dedi menyebut jika sosok perwira pertama Polri tersebut menjadi salah satu pihak yang datang lebih dulu ke lokasi kejadian penembakan.

"Dia yang mendatangi TKP pertama kali itu," kata Dedi.

Diduga tindakannya yang dianggap melanggar etik Polri berkaitan dengan proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Adapun, sidang KKEP terhadap Ipda Arsyad Daiva Gunawan ditunda hingga pekan depan. Alasannya, saksi kunci persidangan yakni AKBP Arif Rachman Arifin berhalangan hadir sidang KKEP karena sakit.

Ipda Arsyad Daiva Gunawan merupakan terduga pelanggar yang masuk kategori non-obstruction of justice. Dia diduga melanggar Pasal 13 ayat 1 PP nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri juncto Pasal 5 ayat 1 huruf C Pasal 10 Ayat 1 huruf d. Lalu, Pasal 10 ayat 2 huruf h Perpol Nomor 7 tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Sejauh ini, sudah ada enam polisi yang masuk dalam kategori non-obstruction of justice dan sudah menjalani sidang KKEP. Mereka antara lain, AKP Dyah Chandrawati, AKBP Pujiyarto, AKBP Jerry Raymond Siagian, Bharada Sadam, Brigadir Frilliyan, dan Briptu Firman Dwi Ariyanto. [eko]