Jadon Sancho dan Tekad Menghapus Kutukan Nomor Keramat MU

·Bacaan 1 menit

VIVAManchester United hampir dipastikan mendapatkan buruan pertamanya yang sudah diincar sejak lama, yakni Jadon Sancho. Bergabung dengan Setan Merah, Sancho diyakini bakal menghapus kutukan nomor keramat 7.

Sancho akhirnya bergabung dengan Setan Merah setelah pengejaran selama dua musim terakhir. Pemain asal Inggris itu ditebus dengan mahar sebesar £73 juta dari Borussia Dortmund.

Merapat ke Old Trafford, Sancho dipastikan bakal mendapat nomor keramat 7 dan diharapkan bakal meneruskan kejayaan Eric Cantona, David Beckham, dan Cristiano Ronaldo. Dia tak takut dengan kutukan yang menimpa sejumlah pemain, seperti Angel Di Maria, Alexis Sanchez, dan Memphis Depay yang turun performanya setelah memakai nomor tersebut.

Dan keyakinan itu juga didukung oleh mantan pelatih Sancho saat di akademi Watford, Louis Lancester. Dia sangat percaya diri mantan anak asuhnya itu bisa mengakhiri kutukan nomor 7.

Pasalnya, dia melihat pemain 21 tahun itu merupakan tipe pemain yang bisa menghadapi tekanan dengan baik. Dan justru bakal semakin bersinar apabila dalam tekanan.

"Saya tidak berpikir (jersey) itu akan membebaninya. Saya rasa dia akan menjadi pemain yang lebih hebat dengan menggunakan jersey itu, karena tekanan yang ada," kata Lancester dikutip Express.

"Beberapa pemain tersendat tapi ada juga yang bertambah 10 persen lebih baik jika di bawah tekanan. Maka itu, saya katakan beri saja dia jersey tersebut," jelasnya.

Sejak meninggalkan Manchester City pada 2017, Sancho memang berubah menjadi salah satu winger terbaik di dunia. Dia telah berkontribusi lebih dari 100 gol dalam 137 laga bersama Dortmund.

Saat ini, Sancho sedang membela Timnas Inggris di Euro 2020. Dia turut berperan dalam kesuksesan The Three Lions melaju ke partai final dan akan menghadapi Timnas Italia di Wembley Stadium, 12 Juli mendatang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel