Jadwal Buka Puasa Hari Ini Selasa 20 April 2021 dan Perkara yang Membatalkan Puasa

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Jadwal buka puasa hari ini Selasa 20 April 2021 menjadi hal yang tak boleh terlewat saat Ramadan. Dengan mengetahui jadwal buka puasa hari ini Selasa 20 April 2021 Anda dapat menyegerakan berbuka secara tepat waktu. Puasa dilaksanakan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat sesuai perintah dalam kitab suci Alquran.

Puasa Ramadan juga merupakan satu dari lima rukun Islam. Rukun Islam adalah lima tindakan dasar dalam Islam, dianggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman dan merupakan dasar dari kehidupan Muslim. Puasa memiliki manfaat tak terhingga bagi umat Islam yang menjalaninya.

Dalam agama Islam, puasa dilaksanakan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat sesuai perintah dalam kitab suci Alquran. Sebelum berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk makan sahur. Setelah memasuki waktu matahari terbenam, umat Islam dapat mengahkhiri puasanya dengan berbuka.

Selain itu, penting untuk mengetahui perkara apa saja yang dapat membatalkan puasa, agar dapat menghindarinya. Berikut jadwal buka puasa hari ini Selasa 20 April 2021 dan perkara yang membatalkan puasa yang berhasil Liputan6.com, Selasa(20/04/2021).

Jadwal buka puasa hari ini Selasa 20 April 2021

Ilustrasi Berpuasa Credit: pexels.com/Hint
Ilustrasi Berpuasa Credit: pexels.com/Hint

Berikut jadwal buka puasa hari ini Selasa 20 April 2021, 8 Ramadan 1442 H di kota-kota besar Indonesia, dirangkum dari laman Kementerian Agama RI:

Banda Aceh 18:49 WIB

Medan 18:34 WIB

Padang 18:23 WIB

Pekanbaru 18:20 WIB

Tanjung Pinang 18:08 WIB

Palembang 18:04 WIB

Bandung 17:53 WIB

Jakarta 17:53 WIB

Yogyakarta 17:38 WIB

Semarang 17:38 WIB

Surabaya 17:29 WIB

Pontianak 17:48 WIB

Banjarmasin 18:24 WITA

Denpasar 18:17 WITA

Makassar 18:04 WITA

Palu 18:05 WITA

Mataram 18:14 WITA

Kupang 17:43 WITA

Ambon 18:30 WIT

Sorong 18:20 WIT

Jayapura 17:41 WIT

Perkara yang membatalkan puasa

Ilustrasi Ramadan (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi Ramadan (sumber: iStockphoto)

Masuknya sesuatu ke dalam lubang tubuh dengan disengaja

Puasa yang dijalankan seseorang akan batal ketika adanya benda yang masuk dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam yang dalam istilah fiqih biasa disebut dengan jauf. Seperti mulut, telinga, hidung. Benda tersebut masuk ke dalam jauf dengan kesengajaan dari diri seseorang.

Mengobati dengan cara memasukkan benda (obat atau benda lain) pada salah satu dari dua jalan (qubul dan dubur)

Misalnya pengobatan bagi orang yang sedang mengalami ambeien dan juga bagi orang yang sakit dengan memasang kateter urin, maka dua hal tersebut dapat membatalkan puasa.

Muntah dengan sengaja

Jika seseorang muntah tanpa disengaja atau muntah secara tiba-tiba (ghalabah) maka puasanya tetap dihukumi sah selama tidak ada sedikit pun dari muntahannya yang tertelan kembali olehnya. Jika muntahannya tertelan dengan sengaja maka puasanya dihukumi batal.

Melakukan hubungan seksual

Bahkan, dalam konteks ini terdapat ketentuan khusus, puasa seseorang tidak hanya batal dan tapi ia juga dikenai denda (kafarat) atas perbuatannya. Denda ini adalah berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, ia wajib memberi makanan pokok senilai satu mud (0,6 kilogram beras atau ¾ liter beras) kepada 60 fakir miskin. Hal ini tak lain bertujuan sebagai ganti atas dosa yang ia lakukan berupa berhubungan seksual pada saat puasa.

Perkara yang membatalkan puasa

Kurma / Sumber: iStockphoto
Kurma / Sumber: iStockphoto

Keluarnya air mani

Keluarnya air mani disebabkan bersentuhan kulit. Misalnya, mani keluar akibat onani atau sebab bersentuhan dengan lawan jenis tanpa adanya hubungan seksual. Berbeda halnya ketika mani keluar karena mimpi basah (ihtilam) maka dalam keadaan demikian puasa tetap dihukumi sah.

Haid atau nifas

Selain dihukumi batal puasanya, orang yang mengalami haid atau nifas berkewajiban untuk mengqadha puasanya. Dalam hal ini puasa memiliki konsekuensi yang berbeda dengan shalat dalam hal berkewajiban untuk mengqadha. Sebab dalam shalat orang yang haid atau nifas tidak diwajibkan untuk mengqadha shalat yang ia tinggalkan pada masa haid atau nifas.

Gila

Ketika gangguan kejiwaan terjadi pada seseorang di pertengahan melaksanakan puasanya, maka puasa yang ia jalankan dihukumi batal.

Murtad pada saat puasa

Murtad adalah keluarnya seseorang dari agama Islam. Misalnya orang yang sedang puasa tiba-tiba mengingkari keesaan Allah subhanahu wata’ala, atau mengingkari hukum syariat yang sudah menjadi konsensus ulama (mujma’ alaih). Di samping batal puasanya, ia juga berkewajiban untuk segera mengucapkan syahadat serta mengqadha puasanya.

Kewajiban Puasa Ramadan

Kewajiban Puasa Ramadan/ Sumber: iStockphoto
Kewajiban Puasa Ramadan/ Sumber: iStockphoto

Puasa Ramadan wajib dilakukan oleh orang yang beragama Islam, sudah berakal atau baligh, sehat, bukan musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan atau jalan jauh, kemudian wanita yang suci dari haid dan juga nifas. Puasa di bulan Ramadan dilaksanakan satu bulan penuh, sekitar 29 hari sampai 30 hari.

Kewajiban berpuasa Ramadan tertuang pada Al-Qur'an dan hadis. Berikut adalah dalil diwajibkannya puasa bagi umat Islam:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Kewajiban berpuasa di bulan Ramadan juga diperkuat dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadisnya.

"Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan)." (HR. Ahmad).