Jadwal Indonesia 5 September: Menanti dua emas terakhir di Tokyo

·Bacaan 5 menit

Kontingen Indonesia punya peluang menambah tiga medali yakni dua emas dan satu perunggu pada hari terakhir Paralimpiade Tokyo 2020 melalui cabang olahraga para-bulu tangkis yang bakal berlangsung di Yoyogi National Stadium, Jepang, Minggu.

Sebanyak tiga atlet tepok bulu Merah Putih akan kembali berjuang pada tiga sektor berbeda yakni tunggal putra dan putri SL4, serta ganda campuran SL3-SU5. Leani Ratri Oktila mengawali langkah Indonesia untuk merebut medali emas di nomor tunggal putri SL4 bersaing dengan wakil China Cheng Hefang di lapangan satu mulai pukul 07:00 WIB.

Pertandingan ini diprediksi menarik. Sebab, kedua atlet yang bertanding sama-sama berstatus unggulan. Leani Ratri menempati urutan pertama dan Cheng Hefang di posisi kedua. Sepanjang turun di sektor tunggal putri SL4, mereka juga sama-sama tak terkalahkan.

Sebelum menjejak final, Leani Ratri dan Cheng Hefang masing-masing telah melakoni tiga pertandingan. Secara statistik keduanya sama kuat dengan menyelesaikan semua laga selama enam gim dengan 126 poin.

Leani Ratri dalam tiga pertandingan sebelumnya tercatat telah kehilangan 61 poin. Kondisi tersebut tak lebih baik dari sang lawan yang hanya kehilangan 51 poin dari tiga pertandingan sebelumnya.

Meski begitu, dengan status unggulan pertama, Leani Ratri diprediksi tampil lebih percaya diri. Terlebih dia tengah dalam semangat dan motivasi yang tinggi menyusul sebelumnya berhasil meraih emas perdana di Paralimpiade Tokyo pada sektor ganda putri SL3-SU5 berpasangan dengan Khalimatus Sadiyah.

Pada final, Leani Ratri dan Khalimatus Sadiyah sukses mengalahkan Cheng Hefang yang berpasangan dengan Ma Huihui dalam pertandingan dua gim langsung 21-18, 21-12.

Baca juga: Leani/Khalimatus raih emas Paralimpiade Tokyo perdana bagi Indonesia

Selanjutnya Fredy Setiawan

Fredy Setiawan dari Indonesia beraksi melawan Siripong Teamarrom dari Thailand pada Paralimpiade Tokyo 2020 - Bulu Tangkis - Tahap Play Grup SL4 Tunggal Putra - Grup B - Stadion Nasional Yoyogi, Tokyo, Jepang (3/9/2021). ANTARA/REUTERS/Thomas Peter/pri. (REUTERS/THOMAS PETER)
Fredy Setiawan dari Indonesia beraksi melawan Siripong Teamarrom dari Thailand pada Paralimpiade Tokyo 2020 - Bulu Tangkis - Tahap Play Grup SL4 Tunggal Putra - Grup B - Stadion Nasional Yoyogi, Tokyo, Jepang (3/9/2021). ANTARA/REUTERS/Thomas Peter/pri. (REUTERS/THOMAS PETER)

Fredy punya bekal

Setelah Leani Ratri berjuang, Indonesia juga berkesempatan menambah medali perunggu melalui Fredy Setiawan yang bakal berhadapan dengan wakil India Tarun pada perebutan tempat ketiga tunggal putra SL4 di lapangan tiga pada pukul 07:45 WIB.

Wakil Indonesia hadir bukan dengan status unggulan. Sebaliknya, Tarun adalah unggulan kedua di sektor tunggal putra SL4. Meski begitu, statistik Fredy Setiawan sepanjang berlangsungnya Paralimpiade Tokyo lebih baik dari lawannya.

Bahkan, pada babak penyisihan Grup B, Fredy Setiawan berhasil mengalahkan Tarun dua gim langsung 21-19, 21-9. Hasil ini bisa jadi modal penting wakil Merah Putih pada pertandingan perebutan perunggu nanti.

Baca juga: Kalah di semifinal, Fredy berpotensi rebut perunggu tunggal putra SL4

Secara keseluruhan, kedua pemain sebelumnya sama-sama telah melakoni empat pertandingan. Selain laga yang mempertemukan mereka, Fredy Setiawan juga sukses mengalahkan Kyung Hwan Shin dari Korea Selatan pada laga pertama penyisihan grup B dengan skor 21-8, 21-9.

Kemudian hasil positif juga diraih Fredy saat berjumpa dengan Teamrrom S asal Thailand dalam lanjutan pertandingan Grup B dengan skor 21-17, 21-11. Dengan tiga kemenangan tersebut, Fredy berhak melaju ke semifinal dengan status juara Grup B tunggal putra SL4.

Sayang, pada babak empat besar yang berlangsung, kemarin, dia gagal meraih hasil maksimal usai kalah dari wakil India Suhas Yathiraj dengan skor 9-21, 15-21.

Sementara Tarun, lolos dari penyisihan Grup dengan status runner-up. Sebelum kalah dari Fredy, pada laga pertama dia meraih kemenangan atas Teamrrom S dengan skor 21-7, 21-13.

Kemudian Tarun juga berhasil mengalahkan Kyung Hwan Shin melalui pertandingan sengit yang berakhir dengan skor 21-18, 15-21, 21-17. Dengan dua kemenangan tersebut, dia pun melaju ke babak empat besar.

Senasib dengan Fredy, pada semifinal Tarun pun kalah dari wakil Prancis Lucas Mazur dengan skor 16-21, 21-16, 18-21.

Dengan hasil tersebut, Fredy dan Tarun pun akhirnya kembali saling berhadapan untuk memperebutkan medali perunggu.

Baca juga: Menpora yakin Indonesia bisa tambah emas Paralimpiade besok

Selanjutnya Leani tampil lagi

Atlet para bulu tangkis Indonesia Leani Ratri Oktila. ANTARA/HO-paralympic.org/aa. (Handout/paralympic.org)
Atlet para bulu tangkis Indonesia Leani Ratri Oktila. ANTARA/HO-paralympic.org/aa. (Handout/paralympic.org)


Leani Ratri tampil lagi

Pada pertandingan final hari ini, Leani Ratri Oktila akan tampil dua kali. Setelah pada sektor tunggal putri SL4, pebulu tangkis 30 tahun itu juga punya peluang meraih emas pada sektor ganda campuran SL3-SU5 berpasangan dengan Hary Susanto.

Mereka dijadwalkan bertanding di lapangan satu Yoyogi National Stadium, hari ini, pukul 10:15 WIB, berhadapan dengan wakil Prancis Lucas Mazur/Faustine Noel.

Kedua pasangan ini juga sama-sama hadir sebagai unggulan. Wakil Indonesia menempati seed pertama, Lucas Mazur/Faustine Noel di urutan kedua.

Baca juga: Indonesia capai final parabadminton keempat lewat Hary/Leani

Berdasarkan statistik sepanjang pertandingan di Paralimpiade Tokyo 2020, Leani Ratri/Hary Susanto lebih baik. Keduanya melaju ke final tanpa kehilangan satu gim pun.

Dengan kata lain, mereka meraih poin sempurna dalam tiga pertandingan sebelumnya yakni 126 poin. Selain itu juga mereka hanya kehilangan 65 poin.

Pada babak penyisihan Grup A, Leani Ratri/Hary Susanto tanpa kesulitan mengalahkan lawan-lawannya. Masing-masing wakil tuan rumah Daisuke Fujihara/Akiko Sugino dengan dua gim langsung 21-12, 21-11 dan Jan Jiklas Pott/Katrin Seibert asal Jerman dengan skor 21-7, 21-17.

Pada semifinal, kemarin, mereka juga dengan mudah menyingkirkan Pramod Bhagat/Palak Kohli dengan dua gim langsung 21-13, 21-15.

Baca juga: Leani Ratri siap tampil maksimal di tiga nomor para badminton

Sedangkan lawan hadir di final setelah sempat kehilangan satu gim. Tepatnya pada pertandingan pertama Grup B melawan Pramod Bhagat/Palak Kohli. Ketika itu, mereka harus berjuang keras sebelum meraih kemenangan 21-9, 15-21, 21-19.

Dua pertandingan selanjutnya, penampilan Lucas Mazur/Faustine Noel lebih baik. Mereka mengalahkan Teamrrom S/Nipada Saensupa asal India pada laga kedua penyisihan Grup B dengan skor 21-18, 21-18.

Kemudian di semifinal, Lucas Mazur/Faustine Noel berhasil menyingkirkan wakil Jepang Daisuke Fujihara/Akiko Sugino dengan skor 21-10, 21-11.

Dengan fakta-fakta yang telah disebutkan di atas, semua wakil Indonesia yang tampil hari ini diprediksi bisa mengatasi lawan-lawannya. Dengan begitu, pundi-pundi medali Kontingen Indonesia pun bertambah dengan dua emas dan satu perunggu.

Namun dalam sebuah pertandingan apa pun bisa terjadi. Semoga wakil Indonesia bisa mendapatkan hasil sesuai dengan harapan. Pun jika tidak, mereka layak mendapatkan apresiasi karena telah berjuang dan memberikan penampilan terbaik.

Baca juga: Penantian emas empat dekade Indonesia di Paralimpiade pecah di Tokyo

Selamat berjuang.

Jadwal Kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 pada Minggu, 5 September 2021:

Para-bulu tangkis
07:00 WIB - Tunggal Putri Sl4 - Perebutan Medali Emas - Leani Ratri Oktila vs Cheng Hefang (China)

07:45 WIB - Tunggal Putra SL4 - Perebutan Medali Perunggu - Fredy Setiawan vs Tarun (India)

10:15 WIB - Ganda Campuran SL3-SU5 - Perebutan Medali Emas - Hary Susanto/Leani Ratri Oktila vs Lucas Mazur/Faustine Mazur (Prancis)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel