Jaenal Aripin minta maaf karena didiskualikasi

·Bacaan 2 menit

Atlet balap kursi roda Jaenal Aripin meminta maaf atas kesalahan start yang dilakukannya sehingga membuatnya harus didiskualifikasi pada nomor 400 meter T54 Paralimpiade Tokyo 2020.

Saat itu, Jaenal langsung memulai start lebih awal saat tembakan aba-aba belum dibunyikan. Atas kejadian tersebut, Jaenal mengaku salah dan hilang fokus sehingga keluar garis start lebih awal.

"Saya ingin mengklarifikasi kejadian tadi, yang terjadi pada pertandingan saya dinomor 400M klasifikasi T54," kata Jaenal, dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Jaenal Aripin didiskualifikasi di nomor 400 meter Paralimpiade Tokyo

Jaenal yang berlomba di klasifikasi T54 mengaku kecewa dengan kejadian yang menimpanya saat berlaga di nomor tersebut.

"Mungkin di situ saya melakukan kesalahan karena saya terlalu cepat keluarnya waktu start. Mungkin itu selisihnya sedikit sekali dengan suara tembakan," tambahnya.

Namun, Jaenal masih akan tampil di dua nomor lomba di Paralimpiade 2020, yakni 100 meter putra T54 pada 1 September, dan estafet 4x100 meter universal bersama Karisma Evi Tiarani, Saptoyogo Purnomo, dan Putri Aulia pada 3 September mendatang.

"Besok saya akan bermain di 100 m dan estafet universal, sekali lagi saya mohon maaf kepada pelatih, NPC Indonesia, masyarakat di Indonesia. Mudah-mudahan besok saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," katanya.

Baca juga: (Round up) Tak ada medali hari ini, Indonesiaberada di urutan 52

Atlet asal Jawa Barat itu berharap tidak melakukan kesalahan yang sama dan bisa memberikan yang terbaik di dua nomor selanjutnya.

"Kesalahan ini juga menjadi pelajaran yang berharga bagi saya agar ke depannya bisa konsentrasi, lebih fokus agar terhindar dari kesalahan-kesalahan seperti tadi," ujarnya.

Sebelumnya, peraih medali perak Asian Para Games 2018 itu harus didiskualifikasi pada nomor 400 meter T-54 Paralimpiade Tokyo 2020 sehingga tidak bisa melaju ke babak final.

Jaenal didiskualifikasi karena aturan World Para Athletic (WPA) 17.8, yakni karena melakukan kesalahan dalam memulai pertandingan.

Atlet berusia 33 tahun itu langsung dikeluarkan dari perlombaan yang berlangsung di Tokyo National Stadium, Minggu siang waktu setempat.

Baca juga: Profil atlet Paralimpiade: Jaenal harumkan bangsa dari kursi roda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel