Jaga Inflasi, BPN Bakal Beri Subsidi Distribusi Pangan

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) memiliki 2 skema subsidi angkutan pangan untuk menekan inflasi. Di antaranya menanggung biaya distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit, dan alokasi dari dana transfer umum di pemerintah daerah.

"Ada dua, jadi pak Presiden menyampaikan untuk yang besra-besar, misalnya over production di Sumbawa, Dompu, kemarin jagung ya, tempatnya sudah tidak cukup untuk nampung, gudang Bulog, gudang swasta sudah tidak cukup gitu ya, kemudian ini kan harus dimobilisasi stoknya ke daerah lain," kata dia kepada wartawan di Bekasi, Selasa (20/9).

"Sementara peternak di Kendal, peternak Blitar, perlu jagung, nah itu difasilitasi distribusinya oleh Badan Pangan Nasional, yang besar-besar," tambahnya.

Kendati begitu, Arief enggan menyebut berapa besaran alokasi dana yang disiapkan oleh Badan Pangan Nasional. Namun, dia memastikan akan menanggung kebutuhan biaya distribusi yang diampu oleh Bapanas.

"Berapapun kebutuhannya, itu harusnya bisa. Karena ada sentra produksi yang kelebihan ada daerah yang defisit. Jadi daerah surplus ke daerah defisit, mappingnya ini ada di NFA. Di kedeputian satu," terang dia.

Dia menjelaskan, alokasi dari dana transfer umum di pemerintah daerah sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo. Di mana pemda mengalokasikan 2 persen dari DTU baik Dana Alokasi Umum atau Dana Bagi Hasil untuk membantu angkutan pangan.

Mekanismenya, melalui kerja sama antar daerah yang dinilai tak terlalu memberatkan keuangan pemda. Tujuannya masih sama, yakni memenuhi kebutuhan di satu daerah dari daerah yang kelebihan produksi komoditas tertentu.

"Yang kecil-kecil, kerja sama antar daerah itu pak Mendagri tentunya dengan Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian sudah menyampaikan itu dapat menggunakan DTU yang 2 persen yang jumlahnya Rp 2,17 triliun, itu bisa digunakan DTU, DAU, DBH, itu digunakan untuk mobilisasi stok," tuturnya.

Upaya ini sejalan dengan langkah pemerintah menahan laju inflasi pangan di daerah. Ini jadi perhatian pemerintah pasca naiknya harga BBM Subsidi yang juga akan berimbas pada tingkat inflasi secara nasional.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]