Jaga Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Dorong Penyuntikan 3 Juta Vaksin Covid-19 per Hari

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan program vaksinasi Covid-19 jadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Terdapat dua target dalam vaksinasi yaitu meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap varian baru virus Covid-19 dan juga pendorong pertumbuhan ekonomi.

"Untuk itu kekeetatan imunitas yang bisa diluncurkan di masyarakat melalui vaksinasi menjadi syarat yang penting, dan juga pelaksanaan protokol kesehatan. Sehingga kondisi dari covid-19 tetap bisa dikendalikan, namun pemulihan ekonomi tetap bisa dipertahankan," serunya dalam sesi teleconference terkait hasil sidang rapat paripurna, Senin (5/7/2021).

Oleh karenanya, Sri Mulyani pun menilai percepatan program vaksinasi Covid-19 jadi syarat yang sangat penting. Menurutnya, penyuntikan vaksin bisa diperbanyak tidak hanya jadi 2 juta dosis per hari, tapi hingga 3 juta dosis per hari.

"Oleh karena itu kenaikan jumlah yang divaksin bahkan mencapai 2 juta per hari, atau bahkan kalau kita ingin bisa menyelesaikan sampai akhir tahun ini, maka diperlukan vaksin hingga 3 juta per hari pada periode Oktober-November yang akan datang," imbuhnya.

"Ini sebuah target yang luar biasa tinggi. Dan tadi bapak Presiden (Jokowi) menyampaikan bahwa kerjasama seluruh pihak harus dilakukan untum meningkatkan target vaksinasi ini," ujar Sri Mulyani.

Agar program 3 juta vaksin per hari ini bisa tercapai, Sri Mulyani mendorong penyaluran dilakukan dari pagi hingga malam hari. Dengan turut dibantu oleh sumber daya yang berasal dari kementerian/lembaga, TNI/Polri, hingga seluruh dinas dan pemerintah daerah.

"Ini lah yang akan menjadi syarat penting untuk kita bisa menjaga ketahanan masyarakat dari covid-19. Tapi di sisi lain pemulihan ekonomi bisa dijaga atau dipertahankan momentumnya," tukas Sri Mulyani.

BPOM Beri Izin Darurat Penggunaan Vaksin COVID-19 Moderna di Indonesia

Karyawan Kapanlagi Youniverse (KLY) mengikuti vaksinasi COVID-19 di Hall SCTV Tower, Senayan City, Jakarta, Jumat (4/6/2021). Grup Emtek berharap kegiatan vaksinasi ini dapat mendukung pemerintah dalam menciptakan kekebalan komunal (herd immunity). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan Kapanlagi Youniverse (KLY) mengikuti vaksinasi COVID-19 di Hall SCTV Tower, Senayan City, Jakarta, Jumat (4/6/2021). Grup Emtek berharap kegiatan vaksinasi ini dapat mendukung pemerintah dalam menciptakan kekebalan komunal (herd immunity). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia hari ini, Jumat (2/7/2021) memberikan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 Moderna.

Adapun, vaksin Moderna merupakan vaksin COVID-19 berbasis mRNA pertama yang mendapat izin penggunaan darurat oleh BPOM untuk dipakai di Indonesia.

"Kemarin kami menambah satu lagi jenis vaksin COVID-19 yang sudah mendapatkan Emergency Use Authorization dari Badan POM yaitu vaksin Moderna COVID-19 Vaccine," kata Penny K. Lukito, Kepala BPOM.

"Vaksin ini didapatkan melalui COVAX Facility, yaitu jalur multilateral dan diproduksi oleh Moderna TX Incorporated USA," kata Penny dalam konferensi persnya.

Penny menambahkan, vaksin Moderna digunakan bagi orang berusia 18 tahun ke atas dan diberikan secara injeksi intramuskular, dengan dosis 0,5 ml dengan dua kali penyuntikkan, serta rentang waktu penyuntikan sebulan.

BPOM juga mengungkapkan bahwa berdasarkan uji klinis fase tiga, vaksin COVID-19 Moderna memiliki efikasi hingga 94,1 persen pada kelompok usia 18 hingga 65 tahun, serta 86,4 persen pada usia di atas 65 tahun.

Infografis Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Bepergian

Infografis Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Bepergian? (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Bepergian? (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel