Jaga Protokol Kesehatan, Pemprov DKI Salurkan Bansos ke Rumah Warga

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penurunan titik zona merah di DKI Jakarta bukan berarti isyarat untuk mengendurkan protokol kesehatan. Hal itu justru jadi pemicu untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Inilah yang juga menjadi perhatian Pemrov DKI Jakarta dalam pembagian bantuan sosial di tingkat RT/RW.

Untuk mencegah kerumunan, para penerima manfaat dilarang mengambil bantuan ke lokasi pendistribusian yang ada di masing-masing RW. Mereka yang telah terdaftar sebagai penerima manfaat cukup menunggu di rumah. Pengurus RT akan menyerahkan bantuan secara door to door.

"Paket bansos ini diberikan minimal dua kali dalam sebulan atau menyesuaikan dengan situasi dan keadaan pemberlakuan PSBB oleh Pemprov DKI Jakarta," jelas Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Irmansyah, pada Kamis, (5/11/2020).

Saat ini, penyaluran bansos memasuki tahap 9, menjangkau 1.160.409 Kepala Keluarga di DKI Jakarta. Jumlah penerima bansos tersebut, menurut Irmansyah, akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi warga penerima.

Hal tersebut ikut diterapkan oleh Darwin, Ketua RT 09, Kelurahan Tebet Barat, demi menjaga daerahnya yang sempat menjadi zona merah.

"Kalau di sini pihak RT serahin bantuan dengan mendatangi warga yang membutuhkan. Itu penting dan kita jaga, mengingat daerah sini pernah masuk zona merah. Jadi mencegah kerumunan dan terapkan protokol kesehatan tidak bisa ditawar lagi," kata Darwin.

Selain mendapatkan bansos dari Pemprov DKI Jakarta, warga di ibu kota juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial. Untuk bansos dari Pemerintah Pusat, Irmansyah mengungkapkan, pihaknya memberikan pendampingan distribusi, sehingga tepat sasaran.

"Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan kepada Kemensos RI dalam pendistribusian bansos, dengan memberikan data warga Jakarta yang terdampak COVID-19. Kami juga memberikan pendampingan dalam pendistribusian bantuan sampai ke penerima manfaat," tambahnya.

Komponen bantuan Sembako di tahap 9

Jaga Protokol Kesehatan, Pemprov DKI Salurkan Bansos ke Rumah Warga
Jaga Protokol Kesehatan, Pemprov DKI Salurkan Bansos ke Rumah Warga

Komponen bantuan kerap berbeda dalam tiap tahapan distribusi. Hal itu berdasarkan kajian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.

Komponen bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat selama pandemi Covid-19.

"Komponen bahan pokok yang diberikan itu, kami melakukan penyesuaian. Sekarang lebih lengkap, di tahap 9 ini ada 10 komponen bantuan yang diberikan," jelas Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Irmansyah, pada Kamis, (5/11/2020).

Adapun rincian komponen bansos sembako tahap 9,- Beras 10 Kg - Minyak goreng ukuran 900 ml (2 buah)- Kecap manis (1 buah)- Sarden (2 kaleng)- Mie Instan (4 buah)- Tepung terigu ukuran 1 Kg (1 buah) - Gulai ayam (1 kaleng)- Opor Ayam(1 kaleng)- Biskuit (1 kaleng)

Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku pada 10 April 2020 silam, Pemprov DKI Jakarta memberikan kompensasi berupa bansos yang menyasar warga kategori miskin dan rentan miskin sebagai golongan yang paling terdampak.

Warga yang terdampak pandemi seperti Ani di RT 09, Kelurahan Tebet Barat, merasakannya. Janda berusia 58 tahun ini hidup dengan kedua anaknya.

"Alhamdulilah banget dapat bantuan kayak gini dari pemerintah. Semoga saya terus dapat bantuan ini, apalagi di kondisi yang kayak gini," ujar Ani. Pemprov DKI Jakarta akan terus membenahi proses distribusi, agar penerima manfaat betul-betul semakin tepat sasaran.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: