Jaga Sistem Keuangan, Sri Mulyani Ibaratkan Seperti Main Basket

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengibaratkan menjaga stabilitas sistem keuangan dan perekonomian di Indonesia seperti bermain bola basket. Membutuhkan tim dan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selalu bersinergi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Sebab, dirinya sadar tidak bisa menjadi pemimpin seorang diri atau hanya dilakukan oleh satu institusi saja. Sama dengan ketika bermain bola basket. Dibutuhkan kerja tim untuk mencetak angka ke jaring.

"Kami di KSSK saya, Pak Wimboh, Pak Perry, lakukan bersama-sama. Kami seperti main bola basket, kadang bola saya oper ke Pak Perry, Pak Perry dribble dan lempar ke Pak Wimboh, kemudian dilempar ke saya, lalu saya bawa lari ke depan. Saya tidak tahu dan moga-moga kita bisa masukan ke keranjang dan gol," ujar Sri Mulyani dalam acara Indonesia Fintech Summit, secara virtual di Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Oleh karena itu, koordinasi antara seluruh kementerian dan lembaga terus diperkuat. Sehingga diharapkan bisa menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memulihkan perekonomian nasional pasca pandemi Covid-19.

"Jadi kita lakukan ini semua melakukan stabilitas sistem keuangan sambil dorong pemulihan ekonomi. Saya setuju 100 persen atau bahkan 1.000 persen, meski kita dalam tantangan luar biasa dari Covid, kita tetap harus punya optimisme," ungkapnya

Bendahara Negara itu menambahkan, koordinasi yang baik antara KSSK dinilai sangat membantu memulihkan perekonomian. Hal itu sudah terlihat dari realisasi kuartal III-2020. Meski masih terkontraksi tapi lebih baik dibandingkan dengan kuartal II-2020.

"Tanda-tanda pemulihan terlihat sangat nyata pada kuartal III. Jadi kami, otoritas fiskal, moneter dan tempat Pak Wimboh, terus lakukan kerja sama dalam rangka makin dorong tren yang makin baik," tegas Sri Mulyani.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal III 2020 Terjaga di Tengah Pandemi Covid-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani, (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Gubernur BI Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah saat konpers hasil rapat KSSK, Jakarta Selasa (31/7). (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Menteri Keuangan Sri Mulyani, (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Gubernur BI Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah saat konpers hasil rapat KSSK, Jakarta Selasa (31/7). (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan sistem keuangan di Indonesia pada kuartal III 2020 sangat terkendali di tengah pandemi Covid-19. hal ini akan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyampaikan, stabilitas sistem keuangan tetap pada kondisi normal di tengah masih tingginya ketidakpastian dampak dari pandemi Covid-19. Di dalam kondisi ini, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pun berkomitmen terus perkuat komitmennya, dalam upaya pemulihan ekonomi.

"Stabilitas Sistem Keuangan kuartal III 2020 tetap terjaga. Sehingga bisa menopang proses pemulihan ekonomi yang berangsur membaik," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, virtual di Jakarta, pada Selasa 27 Oktober 2020.

Bendahara Negara ini mengatakan, aktivitas perekonomian di kuartal III 2020 juga telah menunjukan adanya pemulihan. Pemulihan terjadi setelah sempat mengalami tekanan yang sangat berat pada kuartal II 2020 akibat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Jadi kuartal II kondisi ekonomi Indonesia sama dengan banyak negara dunia alami tekanan berat dan kuartal III sudah menunjukkan pemulihan berangsur," jelas dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: