Jagoannya Kena COVID-19, PKS Usul Debat Terbuka Dilakukan Virtual

Dusep Malik, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna, menegaskan debat putaran kedua untuk calon kepala daerah bakal tetap berlangsung meski salah satu kandidat tidak bisa hadir karena terpapar COVID-19.

Menanggapi hal tersebut, tim pemenangan calon wali-wakil wali kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budio Hartono berharap KPU bersikap bijak.

“Jadi kita berharap KPU Kota Depok menerapkan azas keadilan kondisi Pak Idris kan stabil dan karantina,” kata Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Mohammad Idris-Imam Budio Hartono, Hafid Nasir dikutip pada Sabtu, 28 November 2020

Hafid ingin, Idris dapat tetap mengikuti debat dengan sistem online. Menurutnya, itu bisa dilakukan karena Idris yang saat ini menjalani karantina di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok terpantau dalam kondisi membaik.

“Pada persiapan debat itu bisa dimungkinkan secara virtual apabila memang dalam kondisi sehat dan tidak menggunakan ventilator sehingga dia bisa hadir secara virtual dan itu bisa aja,” ujarnya.

Hafid menambahkan, “Dan memang kami berharap KPU Kota Depok mengedepankan azas keadilan kalau paslon nomor satu lengkap kita juga bisa hadirkan paslon nomor dua.”

Sebelumnya, Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna, memastikan kasus COVID-19 yang dialami Mohammad Idris, kandidat dari nomor urut dua tidak akan mengganggu jalannya debat putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada Senin 30 November 2020.

“Debat tetap berlangsung dihadiri oleh mereka yang tidak terkonfirmasi positif, jadi hanya Pak Idris yang mungkin tidak menghadiri. Ya minus Pak Idris, tapi debat tetap berjalan,” katanya saat dikonfimasi pada Kamis 26 November 2020

Lebih lanjut Nana mengaku, pihaknya saat ini sedang melakukan rapat evaluasi bersama masing-masing perwakilan tim pasangan calon yang berkompetisi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok. Rapat ini membahas tentang agenda debat putaran kedua.

“Lagi dibahas, saya kebetulan lagi perjalanan ke Bandung. Yang jelas evaluasi debat kedua sedang dibahas,” kata Nana.

Nana mengatakan, debat terbuka yang menampilkan kandidat tidak lengkap pernah juga dilakukan di daerah lain.

“Sebelumnya ada di Indramayu calon bupatinya yang terkonfirmasi positif beliau tidak hadir, kemudian ada juga di Kalimantan, jadi bukan hal yang baru, sudah ada contoh,” ujarnya.

Ia menegaskan, debat putaran kedua tidak bisa ditunda meski salah satu dari kandidat atapun tim melayangkan keberatan.

“Ya ndak bisa dong. Proses tetap berjalan, persiapan kan bukan sehari dua hari, sudah jauh-jauh hari,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pilkada Depok diikuti oleh dua pasang calon wali-wakil wali kota. Mereka adalah Pradi Supriatna-Afifah Alia dari nomor urut satu dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono dari nomor urut dua.

Baca juga: Rutin Tes Swab, Khofifah Dipastikan Tak Tertular Bupati Situbondo