Jaguar Land Rover Krisis, Terpaksa Ajukan Pinjaman Rp 9,8 Triliun ke Bank Cina

Liputan6.com, Jakarta - Jaguar Land Rover (JLR) milik Tata Motors India secara resmi melakukan perjanjian pinjaman dengan bank Cina sebesar $ 704,50 juta atau setara dengan Rp 9,8 triliun.

Seperti dilansir Car and Bike, Senin (8/6/2020), Wakil Presiden dan Kepala Keuangan JLR Cina, Arthur Yu mengatakan, beberapa bank Cina akan menyediakan pinjaman, seperti Bank of China, ICBC, China Construction Bank, Bank of Communications dan Shanghai Pudong Development Bank.

Dengan bantuan itu, JLR Cina berharap mampu mengelola keuangan dengan lebih baik selama krisis di masa pandemi.

JLR Cina mengalai krisis setelah rantai pasokan dan penjualan mobil secara global mengalami penurunan signifikan. Khusus pasar Tiongkok, 25 persen hingga 30 persen dari penjualan global JLR berada di sini.

"Pinjaman ini dapat membantu JLR Cina mengelola aliran kas di tengah pandemi," kata Yu beberapa waktu lalu.

Penjualan Mobi Mewah Diharapkan Bertumbuh

Memiliki kemitraan manufaktur di kota Changshu, Cina timur dengan Chery Automobile di Wuhu, JLR mengaku penjualan kendaraan di Cina di bulan April tak mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, Yu berharap pertumbuhan penjualan kendaraan mewah di bulan Mei mengalami peningkatan hingga akhir tahun ini.