Jahe Merah Bubuk Khas Petani Tulungagung Jadi Favorit Pelanggan Recipe Lovers

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketika pandemi melanda Tanah Air, masyarakat mulai mencari cara untuk meningkatkan sistem kekebalan atau imunitas mereka. Ya, banyak cara dilakukan, mulai dari mengonsumsi makanan sehat hingga mengonsumsi herbal.

Salah satu jenis herbal yang ramai dicoba masyarakat untuk meningkatkan imun adalah empon-empon. Alhasil, berbagai jenis herbal itu pun menjadi langka. Tak ketinggalan jahe merah yang ikut diburu masyarakat.

Melihat meningkatnya permintaan, harganya rempah-rempah itu pun ikut naik. Namun beberapa orang yang melihat peluang dan menjajal peruntungan, untuk menjadikan jahe merah sebagai produk yang bisa dijual.

Salah satunya adalah Iven Ardhiana. Dia membuat produk jahe merah bubuk dan responnya disambut baik bahkan Ivan punya banyak pelanggan.

"Saat itu teman saya di Jakarta kesulitan cari jahe merah. Dia titip dibuatkan setelah melihat story saya membaut jahe merah bubuk, mulai dari bahan mentah hingga jadi. Alhamdulillah nggak nyangka juga yang pesan banyak dan best seller hingga sekarang," kata Iven, pemilik Recipe Lovers yang kini bergabung menjadi seller di ManisdanSedap.com.

Jahe Merah Segar Lansung dari Petani

Demi mendapatkan kualitas yang baik, Iven mengatakan kalau dia menggunakan jahe merah segar yang langsung didatangkan dari petani di Tulungagung, Jawa Timur. Dari jahe merah segar itu dia olah sedemikian rupa hingga menjadi tiga varian produk. Pertama, jahe merah bubuk alias jamerbuk instan, sehingga konsumen bisa langsung menyeduhnya.

"Ada juga jamerbuk murni tanpa gula yang dikemas seperti teh celup, sehingga memudahkan. Selain itu kami juga membuat kopi jahe merah yang dipadukan dengan kopi robusta terbaik," katanya.

Selain itu, jahe merah yang dipilih adalah jahe merah organik pilihan. Semua produk tersebut diolah sendiri. Pengolahannya pun dipastikan higienis.

Ada Juga Klappertaart yang Bisa Dipesan

Namun sebelum produk jahe merahnya naik daun, Iven lebih dulu mengandalkan Klappertaart sebagai produk jualannya. Iven mengatakan dari Kalppertaart lah kemudian dia mulai terjun ke dunia kuliner.

"Dulu saya iseng coba resep karena ada banyak waktu luang. Percobaan pertama klappertaart, pas suah nemu takaran yang pas saya iseng bikin status WA dan ternyata banyak yang berminat dan mendorong saya untuk membuka pesanan," kenangnya.

Setelah mendapat lampu hijau dari sang suami untuk menerima pesanan, dia pun langsung gercep membuat printilan usaha. Mulai dari desain stiker dan lainnya. Kala itu dia menggunakan brand Dapur Barra, yang mana Barra adalah nama anak ketiganya.

Pesanan klappertaart terus mengalir. Singkat cerita, ketika pesanan semakin ramai, Iven dibantu anak keduanya membuat akun Instagram dan lahirlah brand Recipe Lovers.

"Dari sini mulai ada pembeli di luar teman dan tetangga. Untuk mengembangkan menu, setiap tantangan dari customers saya coba dulu otak-atik baru kalau sudah oke saya terima pesanannya," katanya.

Ayo PO di ManisdanSedap.com Sekarang!

Menunya pun terus dia tambah. Setelah klappertaart, ada juga ogura dan chees stick. Tahun 2020, permintaa ogura dia sebut sedang ramai-ramainya. Tentu saja kualitas dan rasa tetap nomor satu.

Iven mengatakan selalu menggunakan bahan-bahan terbaik untuk membuat produknya.

"Kalau konsumen minta dikirim saat hangat ya kami bikin di hari yang sama dengan pengiriman," ujarnya.

Namun, sayangnya Recipe Lovers saat ini sedang closed order untuk menu-menu manisnya, seperti ogura dan fudgy brownies. Hanya jahe merah bubuk yang bisa kamu pesan sekarang lewat ManisdanSedap.com.

"Untuk PO bisa dikirim dengan jangkauan terjauhnya sesuai dengan produknya. Jenis cake, klappertaart itu hanya wilayah Surabaya dan Sidoarjo saja. Sedangkan untuk yang kering dan tahan lama seperti cheese stick, jamerbuk atau kope jahe merah bisa ke seluruh Indonesia," katanya.

Yuk PO Sekarang di ManisdanSedap!

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel