Jair Bolsonaro Izinkan Transisi Pemerintah Baru Tapi Ogah Akui Kalah Pilpres Brasil

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengizinkan transisi pemerintahan baru tapi ogah mengakui kalah pemilihan presiden (pilpres) dari lawannya, Luiz Inacio Lula da Silva.

Hal tersebut disampaikan Bolsonaro setelah dua hari bungkam usai penghitungan suara menyatakan dia kalah dari Lula da Silva. Pendukung Bolsonaro juga menggelar demo di seluruh negeri menolak kekalahan.

Dalam pidatonya yang berdurasi hanya dua menit, petahana sayap kanan ini tidak mengakui kekalahannya maupun menyampaikan selamat kepada lawannya.

Bolsonar membuka pidatonya dengan ucapan terima kasih kepada 58 juta warga Brasil yang memilihnya dan menyinggung penutupan jalan oleh para pendukungnya di seluruh negeri yang disebut akibat "kemarahan dan rasa ketidakadilan terkait bagaimana proses elektoral berlangsung".

"Unjuk rasa damai akan selalu diterima," lanjutnya, dikutip dari AFP, Rabu (2/11).

"Sebagai presiden Republik ini dan seorang warga negara, saya akan tetap mematuhi konstitusi kita," lanjutnya, sebelum menyerahkan podium ke kepala staf kepresidenan Ciro Noguiera, yang menyatakan Bolsonaro "mengizinkan" awal proses transisi pemerintah baru.

Partai Buruh yang mengusung Lula mengumumkan pada Selasa, wakil presiden terpilih Geraldo Alckmin akan memimpin proses transisi yang akan dimulai pada Kamis. Lula akan dilantik pada 1 Januari mendatang.

Lula pernah menjadi presiden antara 2003 dan 2010. Dia lalu disingkirkan setelah dugaan skandal korupsi kontroversial yang membuatnya dipenjara.

Lula menang tipis dari Bolsonaro, meraih 50,9 persen suara. Sedangkan Bolsonaro memperoleh 49,1 persen suara.

Bolsonari adalah petahana pertama di Brasil yang gagal memenangkan kembali pilpres pasca era kediktatoran setelah menjabat satu periode. Dia banyak dikritik terkait penanganan pandemi Covid yang menyebabkan lebih dari 680.000 orang meninggal. Dia juga dikritik karena pernyataan-pernyataannya yang pedas, memecah nelah, dan menyerang lembaga demokrasi. [pan]