Jajan Murah di McDonald, Ini 5 Fakta Menarik Jamie Vardy

Zaky Al-Yamani

VIVA – Bomber Leicester City, Jamie Vardy, terlihat bersama istrinya, Rebekah, pekan ini. Mereka membeli makanan di restoran siap saji McDonald. Uniknya, mereka hanya jajan murah di restoran siap saji asal Amerika Serikat itu.

Dilansir The Sun, Minggu 7 Juni 2020, McDonald di Inggris baru saja membuka 852 restorannya untuk layanan drive-thru. Sebelumnya, selama lockdown, 1.350 restoran di Inggris dan Irlandia ditutup.

Baca: Cara Manajer Leicester Lakukan Adaptasi Pertandingan Tanpa Penonton

Momen dibukanya kembali McD ini dirayakan oleh Vardy dan istrinya. Mereka pun membawa mobil mewah Bentley Bentayga SUV seharga £130 ribu atau setara Rp2,32 miliar, untuk jajan di McD.

Sebenarnya, Vardy bisa membeli hidangan mahal, mengingat gajinya yang besar di Leicester. Namun, Vardy dan istri terlihat hanya membeli Big Mac fix. Mereka juga memesan sepasang minuman Coca Cola.

Meski memiliki gaji mahal, Vardy memang dikenal sebagai salah satu pemain yang jarang menampilkan kemewahan. Seperti dirangkum dari berbagai sumber, ini sejumlah fakta menarik lainnya tentang Vardy:

1. Nyaris Berhenti Main Sepakbola

Vardy ketika kanak-kanak sempat masuk akademi Sheffield Wednesday. Namun, ketika berusia 15 tahun, dia nyaris mundur dari sepakbola. Karena akademi tersebut mendepaknya dengan alasan tubuhnya terlalu kecil.

Keputusan tersebut membuat hati Vardy hancur. "Sheffield klub yang saya dukung sepanjang hidup. Itu adalah momen terendah dalam karier sepakbola saya. Yang lebih menyakitkan, tubuh saya tumbuh signifikan sebulan setelah didepak," kata Vardy.

Butuh waktu delapan bulan bagi Vardy untuk menyembuhkan traumanya ditolak klub. Dia lalu bergabung dengan klub lokal yang ambil bagian dalam kompetisi amatir. 

Selanjutnya, Vardy muda pindah ke tim non-liga Stocksbridge Park Steels. Di sana dia digaji 30 poundsterling per pekan. "Saya sangat bahagia kala itu karena sebelumnya tak menghasilkan apapun dari sepakbola," ungkapnya.

***

Bomber Leicester City, Jamie Vardy

2. Sempat Kerja di Pabrik
Hampir tak pernah terpikir di benak Vardy bisa meraup uang dari profesi pesepakbola. Selama masa muda, Vardy memainkan si kulit bundar tak lebih dari sekedar hobi.

Lahir di keluarga pas-pasan, ayah Vardy adalah operator crane dan ibunya karyawan di kantor pengacara. Dia juga tidak mengenyam pendidikan yang cukup sehingga di masa muda, Vardy harus bekerja di sebuah pabrik pembuat alat perlengkapan medis.

Tugas Vardy ketika itu cukup berat. Dia harus mengangkut pelat karbon fiber. "Saya harus mengangkat banyak barang, memasukkan ke oven panas. Kami melakukan itu ribuan kali sehingga punggung ini terasa remuk," katanya.

3. Catatan Kriminal
Vardy juga dikenal memiliki catatan kriminal di kota tempat tinggalnya. Dia pernah berkelahi sehingga mendapatkan hukuman harus tetap berada di kampungnya setelah pukul 6 sore.

Alhasil, Vardy pun tersiksa ketika timnya harus melakoni partai tandang. Kadang dia hanya bermain selama satu jam, sebab harus pulang lebih dulu. Atau jika jarak kota lawan sangat jauh, dia malah terpaksa absen.

Kasus yang menimpa Vardy sebenarnya bisa ditolerir. Dia menghajar orang karena membela rekannya yang lemah. "Saya keluar dengan rekan yang memakai alat bantu dengar. Lalu, dua orang mengejeknya dan saya menyerang mereka. Saya tidak bangga dengan perbuatan itu, namun saya hanya melindungi teman," jelasnya.

"Saya akan melakukan apapun bagi teman, meski harus terkena masalah ujung-ujungnya," kata Vardy.

***

Striker Leicester City, Jamie Vardy.

4. Dipuji Legenda MU
Vardy juga pernah dipuji legenda Manchester United, Ruud van Nistelrooy. Ini terjadi setelah dia sukses membuat rekor baru di Premier League. Nistelrooy juga tidak kecewa rekornya dilewati Vardy.

Seperti diketahui, Jamier Vardy membuat rekor dengan mencetak gol beruntun di 11 laga terakhir Premier League kala membawa Leicester City menahan imbang MU 1-1, Minggu dinihari tadi, 29 November 2015.

Pencapaian Vardy ini sekaligus mematahkan rekor 10 gol beruntun yang dipegang Nistelrooy sejak 2003 silam. Meski rekornya dipatahkan Vardy, Nistelrooy tetap mengucapkan selamat kepadanya.

"Kerja bagus Vardy, Anda kini nomor satu sekarang dan pantas mendapatkan rekor ini. 11 gol beruntun," kata Nistelrooy melalui akun jejaring sosial, Instagram, seperti dikutip dari Soccerway.

5. Disamakan dengan Batistuta
Sukses Jamie Vardy menyamakan rekor Ruud van Nistelrooy, dengan mencetak gol dalam 10 laga berturut-turut di Premier League pada 2015 silam mendapat pujian dari manajer Leicester City saat itu, Claudio Ranieri. 

Ranieri pun kala itu membandingkannya dengan penyerang legendaris Argentina, Gabriel Batistuta. "Batistuta mencetak 11 gol beruntun bagi saya di Fiorentina," kata Ranieri, yang dikutip Sports Mail, Senin, 23 November 2015. 

"Itu capaian terbaik dari pemain mana pun yang pernah saya asuh. Vardy bisa mencapai dan mengalahkan ini," lanjutnya kala itu. 

Ranieri mengakui cukup aneh, mengingat Vardy hanya seorang pemain non liga kurang dari empat tahun silam. "Di sepanjang karir saya hanya tahu satu pemain, yang memiliki jalan seperti dia dari bawah hingga ke puncak.

Baca: Bawa Mobil Rp2,3 Miliar, Vardy dan Istri Cuma Jajan Murah di McD