Jajanan Sala Lauak, Tidak Lengkap jika ke Pariaman Belum Mencobanya

Merdeka.com - Merdeka.com - Apabila berkunjung ke Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) maka tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi jajanan berwarna kuning kecil seperti bola pimpong. Jajanan tersebut dikenal dengan sala lauak.

Kudapan ini berbahan utama tepung beras yang kemudian dicampur dengan ikan yang sudah dihaluskan. Kemudian untuk penyedap rasa dilengkapi dengan rempah-rempah seperti kunyit, bawang merah, putih yang kemudian dimasak dengan cara digoreng.

Makanan ini merupakan makanan khas masyarakat Pariaman dengan tekstur bagian luar yang sedikit kriuk, namun ketika digigit bagian dalamnya lembut. Biasanya sala lauak juga kerap dimakan dengan hidangan berkuah seperti ketupat sayur, tetapi bisa pula dimakan tanpa dipadukan dengan makanan lain.

Memasak sala lauak tergolong mudah, sehingga membuat jajanan ini sering dijumpai di daerah lain selain Pariaman. Namun lebih nikmat apabila mencicipinya dari daerah asalnya, apalagi saat berwisata di objek wisata Pantai Gandoriah, Kota Pariaman.

Salah satu penjual, Nurseha (47) mengatakan, sala lauak merupakan makanan khas Pariaman yang berbahan utama tepung beras dengan lauak (ikan) yang sudah dihancurkan, dan dimasak dengan cara digoreng.

Kemudian dikasih bawang merah, bawang putih hingga kunyit serta penyedap rasa dan campurkan semua bahan serta diaduk merata. Adonan tersebut kemudian dibentuk bulat sebesar bola pingpong lalu digoreng hingga menguning.

"Ini makanan asli Pariaman yang telah menjadi makanan khas di daerah kita. Makanan ini sudah sejak dulu ada, ketika ibu kecil makan ini saja sudah ada," tuturnya kepada merdeka.com di Patai Gandoriah, Kota Pariaman, Selasa (10/1).

Sambungnya, biasanya pembeli ramai pada saat hari libur. "Pantai Gandoriah salah satu objek wisata di Pariaman, jadi untuk pembeli itu banyak pada saat hari libur," sambungnya.

Sementara itu, salah seorang wisatawan Elfina (22) mengatakan, rasa sala lauak Pariaman berbeda dengan sala lauak yang banyak dijumpai di daerah lain di Sumatera Barat.

"Rasanya beda, kalau di Pariaman ini lebih gurih dan isi dalamnya lebih lembut. Bisa jadi karena Pariaman ini dikenal dengan daerah asalnya. Jajanannya juga pas di dompet, ini saja saya beli Rp5.000 sudah banyak," tuturnya. [cob]