Jajang Mulyana Ceritakan Transformasinya dari Striker Jadi Bek Tengah Tangguh

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Perubahan posisi lazim dialami oleh pemain sepak bola. Bahkan, terkadang perubahan posisi itu terjadi saat pemain sudah memasuki usia senior, seperti yang dialami Jajang Mulyana.

Ketika pertama kali masuk ke dunia profesional sepak bola, Jajang adalah seorang penyerang. Bahkan posisi itu sempat mengantarkannya bermain di Timnas Indonesia kelompok umur.

Namun, belakangan Jajang Mulyana lebih dikenal sebagai bek tengah tangguh. Dia cukup konsisten bermain di posisi tersebut.

Rupanya, posisi bek tengah tidak terlalu asing baginya. Saat masih bermain di Persema Junior, pemain yang kini berusia 33 tahun itu pernah berperan sebagai pemain belakang.

"Sebenarnya kalau dari awal main bola malah cita-citanya ingin jadi kiper. Pas ikut SSB jadi striker," ungkap Jajang di kanal Youtube CAPT HAMKA belum lama ini.

"Saya jadi bek itu waktu di Persema Junior. Basic sebenarnya udah ada jadi bek, waktu umur 15 lah main jadi bek," sambung Jajang Mulyana.

Peran Besar Scott Cooper

Bek Bhayangkara FC, Jajang Mulyana, kesakitan saat melawan PSIS Semarang pada laga Piala Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa (19/2). Akibat kejadian itu Jajang langsung dilarikan ke rumah sakit. (Bola.com/Yoppy Renato)
Bek Bhayangkara FC, Jajang Mulyana, kesakitan saat melawan PSIS Semarang pada laga Piala Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa (19/2). Akibat kejadian itu Jajang langsung dilarikan ke rumah sakit. (Bola.com/Yoppy Renato)

Jajang Mulyana sempat lama menjadi striker. Dari awal kariernya hingga pada kompetisi musim 2015 yang tidak jadi digelar secara penuh.

Saat di QNB League 2015 itu, Jajang bermain di Mitra Kukar. Saat itu Mitra dilatih pelatih bernama Scott Cooper.

Sosok Cooper adalah orang yang berperan penting dalam meyakinkan Jajang Mulyana kembali memerankan posisi bek tengah. Sebab, saat itu, Jajang dinilai sudah tidak bisa bersaing di posisi striker.

"Terus di 2015 di Mitra Kukar itu udah menjadi stopper, yang liga berhenti itu. Pelatih saat itu Scott Cooper yang menyuruh saya kembali ke posisi belakang," jelasnya.

"Itu saya dengan Dedi Gusmawan sama Yanto Basna," lanjut Jajang.

Lebih Menikmati Jadi Striker

Jajang Mulyana mencetak gol bagi Bhayangkara FC pada penyisihan Grup E Piala Presiden 2018 (20/1/2018). (Bola.com/Iwan Setiawan)
Jajang Mulyana mencetak gol bagi Bhayangkara FC pada penyisihan Grup E Piala Presiden 2018 (20/1/2018). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Meski belakangan nyaman bermain di posisi bek tengah, Jajang Mulyana mengaku lebih senang jika bermain sebagai striker.

Menurut dia, beban striker tak seberat para pemain belakang. Pemain belakang walau tampil apik selama 90 menit, tapi melakukan satu kesalahan saja harus langsung siap mendapatkan makian.

"Enakan striker, cepat terkenal. Kalau bek 90 meit main bagus kesalahan sedikit langsung dimaki-maki," tandasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel