Jakarta Bakal Sunyi dan Senyap

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya berharap selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Ibu Kota situasinya bisa sunyi dan senyap.

"Selama PPKM Darurat ini diharapkan Jakarta sunyi dan senyap," ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 2 Juli 2021.

Dirinya meminta masyarakat tak keluar atau beraktivitas di luar rumah. Kecuali, lanjutnya, atas kebutuhan mendesak dan mereka yang masuk kategori pekerja sektor esensial dan kritikal.

"Semua orang yang tidak termasuk ini (sektor pekerja esensial dan kritikal) serta tidak ada kebutuhan mendesak semua diharapkan tinggal di rumah," ucapnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya akan menjaga pintu masuk dan keluar wilayah DKI Jakarta pada 63 titik pos penyekatan selama PPKM Darurat. 63 titik penyekatan itu tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jadetabek.

Rinciannya, 28 titik berada di dalam tol dan batas kota/ provinsi. Kemudian, 21 titik pembatasan mobilitas dan 14 titik pengendalian mobilitas di wilayah rawan pelanggaran PPKM Darurat.

"Total ada 63 titik yang akan kita jaga mulai pukul 00.00 WIB malam ini," kata dia lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel