Jakarta Banjir, Beberapa Wilayah Sempat Mati Listrik

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Curah hujan tinggi mengguyur sejumlah wilayah di DKI Jakarta dengan durasi lama sejak siang hingga sore hari pada Minggu, 7 November 2021. Imbas ini beberapa wilahaj Jakarta banjir dan mati listrik.

Seperti di Jakarta Selatan sebanyak 92 pelanggan mengalami mati lampu. Itu Karena satu gardu PLN terdampak banjir.

Menurut data dari PLN UID Jakarta Raya, pemadaman terjadi di daerah Jalan Haji Ali, IKIP Muhammadiyah, Gandaria, dan sekitarnya di Jakarta Selatan.

“(listrik) Padam terdampak banjir hanya Jaksel saja,” kata Senior Manager Komunikasi dan Umum, PLN UID Jakarta Raya, Ririn Rachmawardini, saat dikonfirmasi Liputan6.com, Minggu (7/11/2021) sore.

Hingga saat ini, wilayah yang terendam banjir tersebut telah surut, sehingga listrik sudah bisa dinyalakan kembali. “Sudah nyala semua, karena sudah surut,” kata dia.

Diketahui, dalam keadaan rawan terjadi banjir akibat intensitas hujan yang tinggi, PLN UID Jakarta Raya menyiagakan 2356 personel yang siap melakukan pengamanan kelistrikan menghadapi musim hujan.

Beberapa upaya yang sudah dilaksanakan PLN UID Jakarta Raya dalam menghadapi musim penghujan antara lain pemeliharaan terhadap gardu distribusi listrik pemasok rumah pompa di tempat-tempat penting.

Lalu, meninggikan gardu distribusi listrik di daerah rawan banjir, serta melakukan inspeksi dan pemeliharaan terhadap kabel serta tiang listrik tegangan rendah. Apabila terjadi anomali, akan segera dilakukan perbaikan. Perlengkapan pendukung seperti perahu karet dan genset juga telah disiapkan.

PLN UID Jakarta Raya juga melengkapi beberapa rumah pompa dengan Automatic Change Over (ACO) sehingga apabila pasokan utama ke rumah pompa mengalami gangguan, maka pasokan listriknya akan otomatis berpindah ke pasokan cadangan sehingga rumah pompa akan tetap bisa beroperasi sebagaimana mestinya.

Himbauan untuk Masyarakat

Anak-anak bermain air saat banjir merendam permukiman warga di kawasan Kemang Timur XI, Jakarta Selatan, Minggu (21/2/2021). Warga berharap pemerintah segera memperbaiki longsor agar banjir tidak berkepanjangan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Anak-anak bermain air saat banjir merendam permukiman warga di kawasan Kemang Timur XI, Jakarta Selatan, Minggu (21/2/2021). Warga berharap pemerintah segera memperbaiki longsor agar banjir tidak berkepanjangan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan beberapa waktu lalu mengatakan bahwa keselamatan jiwa manusia merupakan hal yang utama. Maka, saat terjadi banjir di satu wilayah, maka listrik akan dipadamkan sementara.

Ia menyebut, bahaya yang bisa terjadi yaitu tersengat aliran listrik karena air merupakan salah satu konduktor listrik yang bisa mengalirkan aliran listrik ke tubuh manusia.

Beberapa kondisi yang menyebabkan PLN terpaksa memadamkan listrik yaitu rumah warga kebanjiran, aset PLN kebanjiran, atau rumah warga dan aset PLN kebanjiran.

"Kami juga menghimbau apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat instalasi kelistrikan seperti tiang listrik, gardu listrik, maupun tiang lampu penerangan jalan untuk menghindari bahaya tersengat arus listrik," ungkap Doddy beberapa waktu lalu.

Masyarakat juga perlu menggunakan alat pengaman diri seperti sepatu boots yang kedap air apabila melewati genangan air untuk menghindari resiko terkena pecahan kaca, paku, bakteri, maupun arus listrik bocor.

"Arus listrik bocor bisa saja terjadi disebabkan oleh gesekan kabel PLN dengan kabel lain yang dipasang tidak sesuai aturan atau bahkan tidak berizin di tiang PLN. Selain itu masyarakat yang mengambil listrik langsung dari tiang juga sangat berbahaya karena kabelnya tidak standar dan sangat berpotensi menimbulkan arus bocor, lalu tiangnya bisa bertegangan listrik dan kalo banjir itu air di sekitarnya bisa ada aliran listriknya, sangat berbahaya," tegas Doddy.

Dia mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan masyarakat saat banjir untuk menghindari bahaya tersengat aliran listrik yaitu mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter.

Selanjutnya cabut seluruh peralatan listrik yang masih menancap dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman.

Masyarakat bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center 123, atau datang langsung ke kantor wilayah terdekat untuk meminta petugas memadamkan aliran listrik di wilayah tersebut melalui gardu distribusi.

Setelah banjir surut, masyarakat bisa membersihkan rumah, peralatan elektronik, termasuk instalasi listrik sampai kering. Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi listrik PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik. Penyalaan listrik kembali pasca banjir akan dilakukan dengan didahului oleh penandatanganan berita acara disaksikan oleh Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel