Jakarta Barat lakukan jemput bola perubahan data kependudukan

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) melakukan layanan proaktif atau jemput bola perubahan data kependudukan bagi warga sebagai dampak dari pergantian sejumlah nama jalan di daerah itu.

"Kita lakukan pelayanan jemput bola di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng," kata Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat, Gentina Arifin, di Jakarta, Kamis.

Layanan jemput bola itu merupakan akibat dari pergantian nama Jalan Rawa Buaya menjadi Jalan Guru Ma'mun.

Tercatat ada 41 kepala keluarga yang diharuskan mengganti data kependudukan karena pergantian nama jalan tersebut.

Maka dari itu, lanjut dia, pihaknya melakukan pelayanan jemput bola selama dua hari sejak Rabu (29/6) guna mempercepat proses administrasi.

Baca juga: Perubahan nama jalan, 350 warga Kepulauan Seribu buat KTP baru

Tercatat sudah 31 kepala keluarga (KK) yang sudah melakukan penggantian data diri.

"Dokumen kependudukan yang kita ganti ada E-KTP, KK dan bila dia di anggota keluarganya ada anak di bawah usia 17 tahun, kita berikan kartu identitas anak," katanya.

Setelah dijemput, warga diarahkan untuk datang ke pelayanan mobil keliling yang sudah terparkir di halaman kantor sekretariat rukun warga (RW).

Di sana warga hanya perlu membawa surat kependudukan yang datanya ingin diganti. "Proses mudah, tidak memakan waktu lama dan gratis," jelas dia.

Pelayanan yang sama juga dilakukan pihaknya di Cengkareng, tepatnya di Jalan Lingkar Luar Barat yang diubah menjadi Jalan Syekh Junaid Al Batawi.

Baca juga: Sudin Dukcapil Jakpus catat 654 warga terdampak perubahan nama jalan

Namun demikian, warga yang mengganti data kependudukan di lokasi tersebut tidak terlalu banyak.

"Di jalan lingkar luar hanya dua KK yakni delapan warga," jelas dia.

Gentina memastikan warga yang belum bisa datang ke mobil layanan jemput bola bisa mendaftar ke kelurahan setempat untuk mengganti data kependudukan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel