Jakarta Barat siapkan dua jalur pendaftaran pelatihan kerja

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menyiapkan dua jalur pendaftaran bagi warga setempat untuk mengikuti aneka program pelatihan kerja di daerah itu.

"Bisa melalui kecamatan ataupun langsung ke kita untuk mendaftar," kata Kepala Seksi Pelatihan, Penempatan, Produktivitas, dan Transmigrasi Sudin Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Naker Transgi) Jakbar, Muhamad Yasil Farabi saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Yasil mengatakan setiap petugas Sudin Nakertrans di kecamatan bertugas memaparkan sistem pelatihan kerja agar warga tertarik untuk mengikuti program tersebut.

Pelatihan kerja yang ditawarkan oleh pihaknya di antaranya usaha membuat kue kering dan basah, membuat kerajinan tangan, membuat minuman tradisional, pelatihan jadi tata rias, pelatihan jadi teknisi AC, pelatihan satpam hingga SIM A.

Nantinya, setelah mendaftar, warga akan diwawancarai oleh petugas Sudin Nakertrans untuk mengetahui kebutuhan usaha dari masing-masing peserta.

Baca juga: Pemkot Jaksel pastikan penyandang disabilitas mendapat pelatihan kerja

"Diinterview dulu, dia sudah punya usaha atau belum. Kalau memang sudah, disesuaikan dengan pelatihan kerja yang kita sediakan," jelas Yasil.

Nantinya jumlah keseluruhan warga yang telah terdaftar di kecamatan akan disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada awal 2023.

Untuk saat ini, Yasil belum bisa menjelaskan berapa kuota pelatihan kerja yang tersedia pada tahun depan.

Namun demikian, dia memastikan kuota pelatihan yang tersedia tahun depan akan lebih banyak dari tahun ini.

Dia berharap program pelatihan kerja 2023 itu bisa berjalan dengan lancar sehingga angka pengangguran di Jakarta Barat bisa berkurang.

Baca juga: Pemkot Jaksel latih penyandang disabilitas jadi perajin kriya

Untuk diketahui, Sudin Nakertrans Jakarta Barat menyediakan kuota sebanyak 800 untuk warga yang mau mengikuti pelatihan usaha 2022.

Sebanyak 800 peserta itu terdiri dari 300 orang yang mengikuti pelatihan membuat kue.

200 orang mengikuti pelatihan membuat bir pletok, 100 orang dilatih menjadi tata rias dan sisanya dilatih menjadi teknisi pendingin ruangan (AC).

Selain itu, pihaknya juga menyediakan kuota sebanyak 900 orang untuk pelatihan menjadi petugas sekuriti atau satpam.