Jakarta Barat tetap pantau kondisi anak gagal ginjal akut

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) tetap memantau kondisi anak gagal ginjal akut, meski beberapa di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

"Walau sudah sembuh, tetap kita pantau," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Hal itu, katanya, karena pasien adalah anak-anak dan umumnya juga masih balita sehingga tumbuh kembang mereka tetap dipantau melalui puskesmas setempat.

Upayanya, kata dia, adalah dengan cara petugas puskesmas datang langsung atau jemput bola ke rumah pasien gangguan ginjal akut.

Baca juga: Dinkes DKI Jakarta: Tak semua penyakit harus menggunakan obat

Tidak hanya itu, pihaknya juga memberikan edukasi terkait tata cara agar terhindar dari gangguan ginjal akut dan imbauan agar tidak mengonsumsi obat jenis sirop untuk sementara waktu.

Jika pasien mengalami gejala serius dan dipastikan mengidap gangguan ginjal akut, maka pihak puskesmas akan merujuk pasien untuk dirawat di Rumas Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

"Tapi kalau demam ringan itu masih jadi ranah puskesmas," jelas dia.

Pihaknya mencatat hingga saat ini terdapat 28 anak penderita gangguan gagal ginjal akut dan sedang ditangani di RSCM Jakarta Pusat.

Baca juga: Pemkot Jakbar tingkatkan edukasi warga terkait gangguan ginjal akut

Angka itu bertambah setelah sebelumnya terdapat delapan pasien yang sudah teridentifikasi oleh Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.

"Saat ini mencapai 28 kasus, bertambah 20," katanya.

Namun, Erizon memastikan hampir setengah dari jumlah pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh dan sedang menjalani pengobatan rawat jalan.

"Yang sembuh ada 14 anak," katanya.