Jakarta Barat undang kreator konten promosikan masjid legendaris

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengundang puluhan kreator konten dan komunitas fotografer untuk mempromosikan masjid bersejarah agar menjadi tempat wisata religi.

"Ini untuk mempromosikan dan memperkenalkan masjid bersejarah dan unik di Jakarta Barat," kata Kepala Suku Dinas Pariwisata, Ekonomi dan Kreatif (Parekraf) Jakarta Barat, Sherly Yuliana, saat melepas para kreator konten dan fotografer di Jakarta, Sabtu.

Mereka akan mengunjungi lima masjid besar di Jakarta Barat di antaranya Masjid Raya Hasyim Asy'ari, Masjid An Nawier di Pekojan, Masjid Langgar Tinggi, Masjid Al Anwar di Angke dan Masjid As Surur.

Di sana, mereka akan diberi kesempatan untuk membuat video dan foto yang berkaitan bangunan dan sejarah masjid.

Baca juga: Masjid Al-Mansur akan miliki museum sebagai objek wisata

Konten tersebut nantinya akan diunggah di akun media sosial guna untuk mempromosikan masjid bersejarah tersebut.

"Lima masjid ini sengaja kita pilih karena memiliki kisah dan nilai sejarah tinggi," kata Sherlly.

Sherlly berharap, kegiatan dapat meningkatkan kunjungan warga ke lokasi wisata religi sehingga
pengetahuan warga akan masjid bersejarah di Jakarta Barat meningkat.

Muhammad Jihad selaku perwakilan dari komunitas fotografi dan videografi, Morning Picture, pun mengapresiasi kegiatan ini.

Baca juga: Masjid Babah Alun Desari jadi destinasi wisata religi Jakarta Selatan

"Bagus, selain kita bisa membantu mempromosikan tempat wisata di Jakarta sendiri, kita juga bisa memberikan informasi esensial bahwa di Jakbar banyak masjid memiliki arti dan nilai sejarah yang belum diketahui masyarakat," kata dia.

Dia sebagai fotografer pun mengaku arsitektur masjid di Jakarta Barat unik dan layak dijadikan sebagai konten untuk dipromosikan.

"Seperti Masjid Hasyim Asy'ari ini bangunannya sangat bagus dan unik. Perpaduan antara budaya Betawi dan Arab, ini kombinasi yang sangat pas sehingga mungkin tidak ada masjid yang punya arsitek seperti ini," kata dia.

Dia berharap program wisata religi ini bisa bergulir setiap tahun sehingga para komunitas fotografer bisa terus mengabadikan perubahan bentuk masjid dari masa ke masa.

Baca juga: Pemkot Jaksel resmikan masjid berarsitektur Tionghoa

"Pasti setiap tahun ada perubahan dari segi bangunan dan arsitek dan dari teman teman fotografer ini bisa membantu mendokumentasikan bangunan yang terbaru ini," jelas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel