Jakarta cerah berawan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Provinsi DKI Jakarta cerah berawan pada Senin.

Cuaca cerah berpotensi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Senin pagi dan Kabupaten Kepulauan Seribu pada siang hari.

BMKG menyampaikan peringatan dini mengenai potensi hujan lokal disertai kilat/petir dan angin kencang melanda kabupaten dan kota Bogor pada Senin, antara sore hingga malam hari.

Dalam pantauan di media sosial Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengutip BMKG pada Senin, suhu udara di Jakarta berkisar 23-31 derajat Celsius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen.

Menurut pantauan BPBD DKI pada Senin pagi, tinggi permukaan air (TMA) sejumlah pintu air tidak mengalami Siaga 1 (bahaya) maupun Siaga 2 (siaga). Hanya Pintu Air Pasar Ikan berstatus Siaga 3 (waspada) dengan TMA 198 sentimeter (cm).

Baca juga: DKI Jakarta cerah berawan
Baca juga: BMKG perkirakan DKI Jakarta cerah berawan sepanjang hari

Sedangkan lembaga data kualitas udara, IQ Air menyebutkan, kualitas udara Jakarta pada Senin tidak sehat bagi kelompok sensitif.

IQ Air menempatkan Jakarta dalam daftar 10 besar kota paling berpolusi di Indonesia, dengan indeks kualitas udara 137 pukul 06.00 WIB.

Peringkat kualitas udara Jakarta ini masih lebih baik dari sejumlah daerah penyangga seperti Kabupaten Serang (Banten/indeks 151), Kota Depok (Jawa Barat/indeks 151) dan Kota Bekasi (Jawa Barat/indeks 148).

Meski begitu, melansir dari laman resmi IQ Air di Jakarta, kualitas udara Ibu Kota masih masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif karena konsentrasi particulate matter (PM) 2.5 saat ini 10 kali di atas nilai pedoman kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Konsentrasi PM2.5 mencemari udara Jakarta saat ini diperkirakan berada pada angka 50,1 mikrogram per meter kubik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel