Jakarta Dapat Kiriman 25 Ton Telur Ayam Setiap Hari, Dari Mana Asalnya?

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan meninjau langsung distribusi telur yang disebar di Jakarta. Jakarta mendapatkan distribusi telur 25 ton tiap hari. Telur-telur tersebut berasal dari Kendal, Jawa Tengah, dan Blitar, Jawa Timur.

"(Telur disebar) Jakarta, 25 ton per hari," ucap Zulkifli di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (2/9).

Nantinya, harga jual telur yang tiba di Jakarta berkisar Rp27.000-Rp28.000. Angka ini dinilai memang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain seperti Sumatera Utara, Lampung, Jawa Timur, dan Tengah. Sebab, menurut Zulkifli, tidak ada pengusaha ternak ayam di Jakarta.

Meski, di pasaran saat ini harga telur ayam ada di rentang Rp31.000-Rp32.000 per kg, diproyeksikan harga tersebut dapat turun. Namun dia menegaskan, tidak ada upaya pemerintah dengan sengaja menurunkan harga telur ayam.

Untuk menentukan harga, pemerintah melibatkan pihak terkait dalam menentukan harga wajar telur ayam. Termasuk melibatkan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai wilayah pemasok pakan ayam, yaitu jagung.

"Harga itu bukan ditetapkan sepihak, ini kesepakatan, mereka menghitung biayanya kalau enggak salah telur biayanya Rp22.000-Rp23.000 jadi jualnya Rp27.000-Rp28.000 jadi harganya kira-kira begitu," kata dia.

Subsidi Pemerintah Daerah

Mendag Zulkifli juga menyampaikan, saat rapat kabinet dengan Presiden Joko Widodo, jika kenaikan harga pangan, khususnya telur, melebihi 10 persen, pemerintah daerah diminta untuk memberi subsidi transportasi angkutan pangan. Subsidi dapat diberikan melalui dana cadangan daerah masing-masing.

"Kalau tidak terkendali harganya lebih dari 10 persen naik, bupati wali kota boleh mempergunakan dana cadangan untuk membantu transpornya," ucapnya.

Merujuk situs data harga pangan nasional di Kementerian Perdagangan, harga telur ayam ras per kg pada 31 Agustus sebesar Rp31.600 kemudian pada 1 September menjadi Rp31.500 atau turun 0,32 persen. [idr]