Jakarta Dapat Rapor E Tangani COVID, Menteri Kesehatan Minta Maaf

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengklarifikasi maksud pernyataan ponten rapor merah DKI Jakarta dalam hal penanganan COVID. Pernyataan yang disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono itu memberi gambaran terkait persiapan pemerintah pusat dan daerah menghadapi lonjakan kasus harian COVID pascalibur lebaran. Dan pemberian nilai itu mengacu pada indikator risiko suatu wilayah.

"Dan kita sedang melakukan simulasi di beberapa daerah. Baik itu provinsi, kabupaten dan kota. Indikator risiko ini saya tegaskan bukan merupakan penilaian kinerja dari daerah. Baik provinsi, kabupaten, kota," kata Budi saat menyampaikan klarifikasi terkait penilaian kategori situasi provinsi selama COVID-19, Jumat 28 Mei 2021.

"Dan saya juga menyampaikan permohonan maaf dari saya pribadi dan sebagai Menteri Kesehatan atas kesimpangsiuran berita yang tidak seharusnya terjadi. Bahwa indikator risiko ini tidak seharusnya menjadi penilaian kinerja apalagi di salah satu provinsi," lanjut Budi.

Kata Budi, indikator risiko itu digunakan secara internal oleh Kementerian Kesehatan. Tujuannya untuk melihat laju penularan virus dan bagaimana pemerintah merespons serta kesiapan kapasitas respons masing - masing daerah.

"Sehingga kita bisa melihat intervensi atau bantuan - bantuan apa yang sedang kita lakukan," ujar eks bos Bank Mandiri tersebut.

Menurut Budi, tidak ada satu pun negara termasuk WHO punya resep jitu, lengkap dan terbukti menanggulangi pandemi COVID. Semua negara dan organisasi terus beradaptasi dan memodifikasi cara penanganan agar kasus penularan bisa ditekan.

"Dan intervensi untuk mencari mana yang paling pas," ujarnya.

"Ada kebijakan yang tadi kelihatannya baik tapi 6 bulan kemudian adanya mutasi virus yang baru kita harus mengubah kebijakan tersebut. Itu sebabnya kajian- kajian atau review mengenai kebijakan indikator untuk mempersiapkan benar - benar mengatasi pandemi ini memang selalu berubah - ubah," sambung Budi.

Sebelumnya diberitakan, penanganan Pandemi COVID-19 di DKI Jakarta tengah menjadi sorotan. Hal ini terjadi karena Pemprov DKI menjadi satu-satunya provinsi yang mendapat rapor merah atau nilai E dalam penanganan pandemi COVID-19.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menilai penanggulangan COVID-19 Ibu Kota Jakarta paling buruk dari provinsi lain. Dante mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI.

"Kami melihat masih banyak yang masih dalam kondisi kendali, kecuali jakarta. Jakarta ini kapasitasnya E karena BOR (keterisian tempat tidur) sudah mulai meningkat dan kasus tracing-nya tidak terlalu baik," kata Dante yang dikutip Jumat, 28 Mei 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel