Jakarta Darurat COVID-19, Anies: Ini Belum Puncaknya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ibu Kota DKI saat ini menjadi daerah dengan kasus penambahan tertinggi kasus COVID-19 di Tanah Air. Data per Senin, 28 Juni 2021, ada 8.343 kasus tambahan harian di Jakarta.

Terkait itu, Gubernur DKI Anies Baswedan menyampaikan saat ini Jakarta belum melewati masa puncak kasus COVID-19. Sebab, tren kasus di Ibu Kota cenderung naik dan belum melandai.

"Jika grafik ini masih naik, lalu mulai melandai, lalu turun, dan saat mulai turun kita bisa mengatakan oh kita berarti sudah melewati puncaknya. Tapi, kalau seperti sekarang di mana hari ke hari masih bertambah terus angkanya maka kita belum berada di posisi puncak," kata Anies dalam Kabar Petang tvOne yang dikutip VIVA pada Selasa, 29 Juni 2021.

Dia meminta agar warga Ibu Kota menerapkan protokol kesehatan atau proses. Ia mengingatkan bila warga sama-sama kompak di rumah membatasi aktivitas maka akan terlihat hasilnya 10 atau 14 hari kemudian.

"Karena yang dilaporkan sebagai kasus hari ini adalah orang yang tertular 10 hari lalu baru muncul hari ini. Jadi, ketika hari ini positif bukan berarti tertular hari ini. Artinya dia sudah tertular 10 hari sebelumnya," jelas Anies.

Dia menekankan untuk melihat kasus COVID-19 maka tidak cukup hanya membandingkan data kasus harian. Anies bilang biasanya Pemprov DKI untuk menyimpulkan kasus COVID-19 sudah melewati masa puncak dengan menggunakan biweekly moving averages.

"Jadi, rata-rata bergerak mingguan. Data rata-rata setiap minggu, jadi kalau hari ini dirata-rata 7 hari terakhir, besok dirata-rata 7 hari terakhir. Jadi, selalu selama 7 hari dirata-rata," lanjutnya.

"Jika rata-rata harian mulai melandai sama, berarti sudah tidak bertambah. Rata-rata mingguannya sudah turun berarti sudah makin merendah," tutur Anies.

Dia menekankan kondisi Jakarta saat ini belum melewati fase puncak. Bahkan, kata dia, dengan merujuk analisa pakar maka angka kasus COVID-19 akan bertambah.

"Saat ini, ini belum puncak. Bahkan, kalau kita melihat proyeksi para pakar, kita berpotensi menyaksikan angka ini jauh lebih tinggi lagi," ujar Anies.

Kemudian, ia mengingatkan lagi kepada warga DKI agar bisa membatasi aktivitas di luar rumah. Kata dia, Pemprov DKI akan mengupayakan menambah testing untuk warga Ibu Kota. Pun, Anies menyampaikan akan menambah fasilitas kesehatan dalam penanganan lonjakan pasien COVID-19.

"Tapi, di sisi lain harus menahan diri, mengurangi aktivitas potensi penularan. Jadi, dengan begitu kita sama-sama mencegah terjadi lonjakan terus menerus karena kita berhadapan dengan COVID-19 yang berbeda," sebut Anies.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel