Jakarta kemarin, karyawan PAM Jaya hingga anak petani lolos Polri

Sejumlah berita seputar DKI Jakarta disiarkan

pada Kamis (17/11), mulai Dirut PAM Jaya memastikan tampung 90 persen karyawan Aetra dan Palyja hingga Lemkapi apresiasi anak petani diloloskan masuk Polri.

Berikut rangkuman seputar DKI Jakarta yang masih menarik untuk dibaca kembali.

1. Dirut PAM Jaya pastikan tampung 90 persen karyawan Aetra dan Palyja

Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin memastikan menampung sebanyak 90 persen eks karyawan Aetra dan Palyja menyusul berakhirnya kerja sama dengan kedua mitranya itu pada 31 Januari 2023.

"Sebanyak 90 persen karyawan Aetra dan Palyja ikut bergabung dengan kami pasca pengakhiran kerja sama dengan mitra," kata Arief di Jakarta, Kamis.
Selengkapnya di sini

2. Lemkapi apresiasi anak petani diloloskan masuk Polri

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan menyambut baik keputusan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang bakal meloloskan Sulastri Irwan, anak seorang petani untuk menjadi calon polisi setelah sebelumnya sempat dicoret.

"Kami melihat Kapolri sangat bijak merespon berita Sulastri, calon bintara polwan yang viral karena batal menjadi calon anggota Polri," kata Edi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis malam.
Selengkapnya di sini

3. Legislator sebut anggaran lajur sepeda direvisi jadi Rp7,5 miliar

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli menyebutkan dalam keputusan akhir rapat evaluasi anggaran di tingkat komisi dilakukan revisi untuk alokasi program lajur sepeda menjadi Rp7,5 miliar.

Anggota Komisi Bidang Perekonomian itu menjelaskan anggaran yang dimulai pada periode kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan itu, mengalami penyesuaian menjadi Rp7,5 miliar dari usulan semula Rp38 miliar.
Selengkapnya di sini

4. Wisatawan asal Cirebon terkesan dengan tidak adanya antrean di MRT

Wisatawan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya merasa terkesan menggunakan transportasi mass rapid transit (MRT) karena tidak adanya antrean.

"Yang paling berkesan itu naik MRT karena semuanya serba tanpa uang tunai (cashless) sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang," kata Deni selaku peserta program wisata pengenalan atau familiarization trip (famtrip) Pemerintah Kota Jakarta Selatan saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Selengkapnya di sini

5. Pedagang warteg keluhkan kenaikan harga beras medium

Pedagang warteg yang tergabung dalam Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) mengeluhkan kenaikan harga beras kualitas medium beberapa waktu terakhir.

Ketua Kowantara, Mukroni di Jakarta, Kamis, mengatakan saat ini beras kualitas medium naik berkisar Rp500 per kilogram sehingga membuat mereka harus merogoh uang lebih banyak untuk membeli komoditas strategis itu.
Selengkapnya di sini