Jakarta Masuk Daftar Kota Dunia yang Diprediksi Tenggelam 2050

·Bacaan 2 menit

, Jakarta - Sejumlah kota di dunia masuk daftar bakal tenggelam pada 2050. Salah satunya Jakarta, ibu kota Indonesia.

Mengutip DW Indonesia, Senin (11/10/2021), beberapa pesisir terbesar di dunia dapat terendam pada tahun 2050 sebagai akibat perubahan iklim. Selain itu, siklus hujan ekstrem yang dulunya sekali dalam satu abad, kelak jadi peristiwa tahunan di berbagai kota.

Berikut ini daftar kota di dunia yang diprediksi tenggelam 2050 menurut hasil penelitian dari Climate Central:

1. Hanoi, Vietnam

Lebih dari 31 juta orang, hampir seperempat dari total populasi Vietnam, diperkirakan akan menghadapi ancaman banjir rob setidaknya sekali dalam setahun hingga 2050, demikian menurut studi yang dirilis lembaga penelitian AS, Climate Central.

Skenario teranyar menyebut banjir rob tahunan akan memengaruhi daerah padat penduduk di Delta Mekong dan pantai utara di sekitar ibu kota Vietnam, Hanoi.

2. Shanghai, China

Kawasan yang saat ini menampung 93 juta penduduk di China daratan kemungkinan akan tenggelam permanen pada tahun 2050 akibat banjir rob, demikian hasil penelitian Climate Central.

Shanghai, yang merupakan kota terpadat di China, diperkirakan akan menjadi kota yang paling rentan terdampak banjir rob karena tidak punya sistem pertahanan pantai.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

3. Kolkata, India

Seorang pengendara sepeda motor terjatuh saat melintasi jalan yang tergenang air setelah hujan deras di Kolkata (20/9/2021). Hujan dilaporkan dipicu oleh sirkulasi siklon yang terbentuk di atas Teluk Benggala. (AFP/Dibyangshu Sarkar)
Seorang pengendara sepeda motor terjatuh saat melintasi jalan yang tergenang air setelah hujan deras di Kolkata (20/9/2021). Hujan dilaporkan dipicu oleh sirkulasi siklon yang terbentuk di atas Teluk Benggala. (AFP/Dibyangshu Sarkar)

Di India, kenaikan permukaan laut diperkirakan membuat kawasan yang saat ini dihuni sekitar 36 juta orang itu rentan terkena banjir tahunan pada 2050.

Benggala Barat dan Odisha dianggap sangat berisiko, seperti kota Kolkata di bagian timur.

Menurut Climate Central, tidak adanya pertahanan pantai seperti tanggul, membuat ketinggian suatu tempat jadi penentu sejauh mana banjir akan merendam daratan.

4. Bangkok, Thailand

Lebih dari 10% warga di Thailand saat ini tinggal di daratan yang dapat terendam banjir pada tahun 2050.

Letak ibu kota politik dan komersial itu hanya 1,5 meter di atas permukaan laut sehingga berisiko tergenang. Pemetaan yang dilakukan Earth.Org, organisasi nonprofit yang berbasis di Hong Kong, menunjukkan 94% warga Thailand akan mengungsi karena banjir pada tahun 2100.

5. Basra, Irak

Para pemuda bermain di Sungai Shatt Al-Arab, Kota Basra, Irak, Selasa (9/6/2020). Sungai yang memiliki panjang sekitar 200 Km ini menandai perbatasan antara Irak dan Iran. (Hussein FALEH/AFP)
Para pemuda bermain di Sungai Shatt Al-Arab, Kota Basra, Irak, Selasa (9/6/2020). Sungai yang memiliki panjang sekitar 200 Km ini menandai perbatasan antara Irak dan Iran. (Hussein FALEH/AFP)

Menurut model yang dibuat Climate Central, Basra juga sangat rentan terkena dampak banjir rob. Sebagian besar dari kota terbesar kedua di Irak tersebut dapat tenggelam pada tahun 2050.

Para ahli memperkirakan dampaknya jauh melampaui perbatasan Irak, karena migrasi yang disebabkan oleh naiknya air laut dapat memicu atau memperparah konflik regional dan politik.

6. Alexandria, Mesir

Banjir juga dapat menyebabkan warisan budaya menghilang di masa depan.

Alexandria didirikan oleh Alexander Agung lebih dari 2.000 tahun yang lalu, dan sebagian besar dari kota berpenduduk 5 juta di Mediterania itu terletak di dataran rendah. Pemetaan yang dilakukan Earth.Org memperlihatkan bahwa tanpa pengendalian banjir atau program relokasi, sebagian besar kota dapat terendam pada tahun 2100.

7. Jakarta, Indonesia

Meski tidak secara khusus tercantum dalam laporan Climate Central, Jakarta juga tak luput dari ancaman banjir kronis.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi banjir meningkat di DKI Jakarta karena terjadi penurunan tanah di 40% wilayah ibu kota. Jakarta tenggelam rata-rata 1-15 cm per tahun dan hampir separuh kota sudah berada di bawah permukaan laut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel