Jakarta Metaverse jadi Ekosistem Ekraf untuk Perbaiki Ekonomi Pasca Pandemi

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Industri kreatif semakin diyakini berpotensi menjadi satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Besarnya kue ekonomi yang mungkin dihasilkan sektor ekonomi kreatif mendorong Komite Ekraf Jakarta (KE JKT) menggelar Jakarta Metaverse, gerakan dan melting pot yang diinisiasi bersama para pelaku ekraf Jakarta dalam membangkitkan kolaborasi lintas sektor kreatif, yang menerobos batas, menciptakan kebaruan, dan mendisrupsi cara berfikir. Acara yang digelar secara daring pada 27-29 Agustus 2021 ini mengusung tema 'The New Age of Creative Economy'.

Meskipun baru pertama kali digelar, Jakarta Metaverse langsung bertabur bintang. Tercatat Erick Thohir, Sandiaga Uno, dan Anies Baswedan membagikan pandangan mereka tentang potensi ekonomi kreatif. Hal ini membuat cita-cita menjadikan Jakarta Metaverse sebagai wadah utama pegiat kreatif tanah air, kian optimis dapat dicapai.

Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti pentingnya sinergi antar institusi untuk memajukan industri ekonomi kreatif tanah air. “Sesuai tupoksinya, Kementerian BUMN menomorsatukan untuk mendukung ekosistem yang sehat. Saat covid kami mendukung penuh Kementerian Kesehatan, ketika bicara tentang industri kreatif, kami mendukung Kemenparekraf karena memang kita merupakan ekosistem yang harus dikembangkan. “

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengapresiasi digelarnya Jakarta Metaverse 2021. “Kita berharap kedepannya kolaborasi Kemenparekraf dan Komite Ekraf bisa menghasilkan inovasi-inovasi dan produk ekonomi kreatif yang bukan hanya bisa dijual secara online, dalam platform digital. Namun juga bisa menjadi suatu ekosistem yang tentunya kita harapkan untuk membangkitkan ekonomi pasca pandemi. ”

Respons Positif Pegian Ekraf Tanah Air

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan pentingnya keikutsertaan semua pihak untuk ambil bagian memajukan Ibukota. “Tidak ada kota lain di Indonesia yang punya deretan institusi seperti Jakarta. Karena itu sayang apabila pemerintah mengerjakan semuanya sendiri. Justru pemerintah harus mengajak kepada semua mari kita bangun sama-sama jakarta, mari kita terlibat. Dan kami siapkan kesempatannya, platform nya.”

Ketua Komite Ekraf Jakarta menyatakan apresiasi publik terhadap Jakarta Metaverse 2021 jauh melebihi perkiraan segenap komite yang terlibat. “Kami tidak mengira antusiasme publik begitu besar. Response positif ini menunjukkan bahwa para pegiat ekraf tanah air merasakan dahaga setelah sekian lama didera pandemi. Sehingga, kehadiran Jakarta Metaverse menjadi oase bagi segenap pelaku ekraf tanah air. Insya Allah hal ini akan memotivasi kami untuk kian baik pada gelaran selanjutnya”

2.350 pegiat ekonomi kreatif di tanah air berkumpul dan merayakan potensi ekonomi kreatif khususnya di Jakarta. Melalui kegiatan ini KE JKT berupaya menghadirkan sebuah babak baru Ekraf DKI Jakarta yang bertujuan mengajak para pelaku untuk bisa beradaptasi, berinovasi agar dapat menciptakan suatu kreasi baru, kesempatan baru, untuk terciptanya ekosistem ekonomi baru.

Jakarta Metaverse telah menghadirkan Lebih dari 95 pembicara lintas subsektor ekonomi kreatif selama 3 hari. Serta menyuguhkan 27 panel diskusi yang terbagi dalam 2 panggung. Sederet nama yang telah menjadi pengisi acara melingkupi Erick Thohir, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, Gina S Noer, Ayu Utami, Adi Ekatama, Irawan Karseno, Ari Juliano, Cahyadi Wanda, Shawn Liem, Ade Putri, Diaz Hensuk, Elwin Hendrijanto, Chitra Subyakto, Diana Nazir, Upie Guava, Wregas Bhanuteja, Trivet Sembel, Bapak2ID, Kukuh Rizal, Wilson Tjandra, Gumilar Ekalaya, Gupta Sitorus, Antonny Liem, Evelyn Vtuber, Cerita Tessa, Mintchan, Anto Hoed, JJ Rizal, Rege Indrastudianto, Adib Hidayat, hingga Hadi Ismanto. Untuk dapat mengikut berbagai sesi di Jakarta Metaverse, daftar di jakartametaverse.id.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel