Jakarta putar lagi roda ekonomi saat infeksi virus corona meningkat

Oleh Yuddy Cahya Budiman

JAKARTA (Reuters) - Restoran, toko dan layanan transportasi kembali beroperasi di ibukota Indonesia pada Senin setelah pembatasan kian dilonggarkan meskipun negara ini mencatat lonjakan harian terbesar dalam infeksi corona dua hari sebelumnya.

Kantor-kantor di Jakarta yang menjadi pusat penyebaran di Indonesia, beroperasi dengan batasan jumlah karyawan sementara lalu lintas tak membuang waktu untuk kembali macet dengan kendaraan mobil dan kelompok-kelompok sepeda motor.

Setelah dua bulan tanpa bisnis, pelonggaran pembatasan sangat melegakan bagi banyak orang, di antaranya Kusnoto, yang selama 14 tahun menjalankan sebuah restoran kecil di pinggir jalan.

"Alhamdulillah hari ini saya bisa membuka kembali bisnis saya, tetapi saya tidak yakin bagaimana lalu lintas pelanggan," kata Kusnoto (60).

Restorannya yang sederhana tidak memiliki fasilitas mencuci tangan atau layar untuk melindungi pengunjung, yang dia andalkan cuma tindakan pencegahan sendiri.

"Kami hanya bisa berharap pelanggan mau diimbau untuk menjaga jarak, seperti duduk di meja yang berbeda misalnya," tambah dia.

Indeks saham utama Indonesia naik hingga 2,5 persen dan mencapai level tertinggi dalam tiga bulan pada Senin karena investor menyambut kembalinya lebih banyak kegiatan bisnis.

Tapi Indonesia tetap menjadi negara yang paling terpukul di Asia Timur di luar China, dengan 32.033 kasus dikonfirmasi virus corona baru dan 1.883 kematian. Indonesia tidak menerapkan lockdown nasional dan kota-kota diizinkan memberlakukan pembatasan, meskipun tidak semua ditaati dengan ketat.

Makan di restoran Kusnoto, insinyur Abdul Rahman (30), mengaku senang dengan apa yang Indonesia sebut normal baru, tetapi prihatin rasa berpuas diri publik.

"Saya agak khawatir, jujur saja," kata dia, duduk di samping seorang rekan kerja. "Banyak orang melupakan keberadaan virus corona ini dan menganggapnya sudah berakhir."

(Ditulis oleh Martin Petty; Disunting oleh Simon Cameron-Moore)