Jakarta Selatan bina penyandang disabilitas miliki keterampilan seni

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) membina penyandang disabilitas di daerah itu agar memiliki keterampilan seni sebagai wadah positif bagi mereka.

"Kegiatan pelatihan ini menjadi wadah positif dalam rangka menanamkan dan membina apresiasi seni dan sastra khususnya bagi para penyandang disabilitas agar dapat memiliki tambahan keterampilan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan Mukhlisin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Mukhlisin menuturkan masyarakat dalam kegiatan ini lebih bisa mengenal batik dan memanfaatkan peluang usaha dalam mengembangkan kerajinan.

"Tentunya kami, juga akan menjembatani dari hasil karya-karya tersebut kepada para pemangku kebijakan maupun swasta," ujarnya.

Terlebih, Mukhlisin menambahkan kegiatan ini tidak akan berhenti begitu saja karena akan terus dilaksanakan berkolaborasi dengan para pemangku kebijakan di wilayah Jakarta Selatan.

Baca juga: Pemkot Jaksel latih penyandang disabilitas jadi perajin kriya

"Semoga semua yang didapatkan dari pelatihan ini menjadi bekal yang bermanfaat dan semakin membangun sikap produktif di masa yang akan datang," katanya.

Pelatihan Seni Rupa Kriya bagi penyandang disabilitas Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan resmi ditutup pada Jumat ini.

Sebelumnya, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan membuka Pelatihan Seni Rupa Kriya melatih penyandang disabilitas menjadi perajin kriya di Pusat Pelatihan Seni Budaya Gedung H Sa'aba Amsir.

Ali menuturkan sebanyak 30 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan ini dengan harapan bisa melatih kreativitas mereka dalam berbisnis maupun mencari pekerjaan nantinya.

Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari yakni dari 14 sampai 27 Oktober 2022.

Baca juga: Pemkot Jakbar wajibkan perusahaan terima penyandang disabilitas