Jakarta Selatan gencarkan imunisasi balita demi hentikan campak-rubela

Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menggencarkan imunisasi pada balita demi menghentikan penyebaran virus campak dan rubela di daerah itu.

"Dengan imunisasi ini diharapkan dapat mengeliminasi campak dan rubela pada anak di Indonesia, salah satunya di Kecamatan Cilandak," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Yudi Dimyati dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan kegiatan imunisasi ini dalam rangka mencapai dan mempertahankan kekebalan populasi pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) secara serentak Senin ini di DKI Jakarta.

Kegiatan imunisasi menargetkan 12.030 anak di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pola Idaman, Gg Swadaya RT 13/ RW 01, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Camat Cilandak, Djaharudin mengaku sebanyak 12.030 balita menjadi target di Kecamatan Cilandak, terbagi dalam beberapa kelurahan seperti Kelurahan Cilandak Barat 3.399 anak, Cipete Selatan 1.833, Gandaria Selatan 1.830, Lebak Bulus 2.353 anak, dan Pondok Labu 2.615 anak.

Baca juga: DKI Jakarta terapkan BIAS HPV pada anak perempuan usia sekolah dasar

Djaharudin menambahkan kalau pihaknya turut mengajak para ibu yang memiliki anak berusia lima bulan sampai kurang lebih empat tahun.

Lebih lanjut, Djaharudin juga menekankan banyak upaya yang dilakukan demi mencapai target.

Salah satunya jemput bola ke rumah warga selain mengadakannya di pos pelayanan terpadu (posyandu) setempat.

"Setelah posyandu ini, kalau perlu disisir lagi balita yang belum datang. Kita jemput bola," tuturnya.

Menurut Yudi, tujuan BIAN yakni meluaskan imunisasi virus campak dan rubela setempat di kabupaten/kota di Indonesia 2023.

Baca juga: Pademangan Timur targetkan 1.720 siswa ikut imunisasi

Nantinya akan mendapatkan sertifikasi eliminasi campak dan rubela/CRS pada tahun 2026 dari SEARO.

Sementara itu, mengatakan total sasaran BIAN di Jakarta Selatan sebesar 148,961 anak usia 9 bulan - 59 bulan, dengan target sebesar 95 persen atau 141,512 anak.

"Pelaksanaan BIAN yang akan dimulai di bulan Agustus 2022 ini, perlu dukungan semua pihak untuk bisa sukses berjalan lancar dan sesuai target," kata Yudi.

Yudi menekankan, upaya penting dalam mencapai eliminasi campak-rubela/CRS, selain penguatan imunisasi rutin, adalah dengan melaksanakan pemberian imunisasi tambahan campak-rubela yang sifatnya massal dan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

"Begitu juga dengan pencapaian eradikasi polio global, dibutuhkan upaya imunisasi kejar IPV1 untuk menutup kesenjangan imunitas dan memastikan anak-anak terlindungi dari virus polio tipe 2," katanya.

Baca juga: KPAI dorong Jakarta miliki Registrasi Imunisasi Regional

Menurut Yudi, Indonesia juga perlu melakukan langkah yang serius untuk menekan KLB PD3I yang terjadi di masyarakat agar tidak menjadi masalah baru di tengah-tengah pandemi yang belum juga berakhir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel