Jakarta Tempati Peringkat Pertama Daftar Tata Kota Terburuk di Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta baru-baru ini masuk daftar 50 kota teraman di dunia menurut Economist Intelligence Unit (EIU) dalam edisi keempat Safe Cities Index (SCI). Ibu Kota berada di urutan ke-46.

Kopenhagen di Denmark menempati peringkat pertama pada tahun ini dengan poin 82,4 dari 100 sebagai kota teraman di dunia. Kemudian diikuti Toronto, Kanada dan Singapura yang masing-masing menempati peringkat kedua dan ketiga.

Sayangnya, Jakarta kembali jadi sorotan karena menempati peringkat pertama sebagai kota dengan perencanaan tata kota paling buruk di dunia. Pernyataan itu dikeluarkan media arsitektur, Rethinking The Future (RTF).

Situs RTF sendiri lahir dari kebutuhan akan platform yang bisa mendorong dan mempromosikan keunggulan arsitektur dalam skala global. RTF termasuk platform satu atap bagi arsitek untuk mencari inspirasi, kritik, dan pengembangan.

Dalam tulisannya yang berjudul "10 Examples of Bad Urban City Planning" atau "10 Contoh Kota dengan Perencanaan Paling Buruk," Jakarta menjadi juaranya. Jakarta disebut sebagai "tempat bertata kota" paling buruk di dunia.

Hal tersebut terjadi karena Jakarta merupakan wilayah padat penduduk yang penuh dengan polusi dan air tercemar. RTF juga mengungkap Jakarta memiliki desain yang buruk karena pembangunan infrastrukturnya yang kacau, seperti jalan raya dan gedung-gedung bertingkat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ruang Hijau dan Terbuka

Deretan gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Selasa (20/4/2021). Berdasarkan data
Deretan gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Selasa (20/4/2021). Berdasarkan data

Perencanaan pembangunan yang tidak dipikirkan selama bertahun-tahun membuat kualitas hidup di kota ini cenderung buruk. Contohnya, ruang hijau dan terbuka yang tidak memadai, kemacetan lalu lintas yang ekstrem, dan perluasan kota yang tidak terencana.

Faktor lain yang berkontribusi adalah pembangunan infrastruktur di tangan pemerintah daerah. Hal ini mengurangi kemungkinan pelaksanaan proyek jangka panjang.

Setelah Jakarta, ternyata Dubai di Uni Emirat Arab (UEA) berada di peringkat kedua kota dengan desain paling buruk di dunia. Dubai selama ini termasuk destinasi wisata favorit masyarakat dunia dengan segala kemewahan dan kecanggihannya.

Dubai dan 4 Kota di AS

Sebuah kapal pesiar mewah digambarkan di Dubai Marina Beach, emirat Teluk pada 10 Juni 2021. Di tengah aturan pandemi di mana warga harus menjaga jarak dan menghindari keramaian, orang-orang kaya di Dubai memiliki cara untuk bisa pergi berekreasi, yaitu mode wisata kapal pesiar. (Karim SAHIB/AFP)
Sebuah kapal pesiar mewah digambarkan di Dubai Marina Beach, emirat Teluk pada 10 Juni 2021. Di tengah aturan pandemi di mana warga harus menjaga jarak dan menghindari keramaian, orang-orang kaya di Dubai memiliki cara untuk bisa pergi berekreasi, yaitu mode wisata kapal pesiar. (Karim SAHIB/AFP)

Tidak seperti warga Jakarta yang menghadapi kekurangan sebagian besar fasilitas, Dubai dianggap telah melebih-lebihkan hampir semua hal tanpa memperhatikan apa yang dipedulikan orang awam. Dubai disebut sebagai "mimpi buruk yang didandani seperti mimpi indah."

Sementara peringkat ketiga ditempati Brasilia, ibu kota Brasil. Tak ada kota-kota di Afrika, Eropa, maupun Australia yang masuk 10 besar. Namun, ada empat kota di Amerika Serikat (AS) yang masuk daftar kota terburuk di dunia.

Berikut daftar 10 kota dengan perencanaan tata kota terburuk di dunia versi RTF.

1. Jakarta, Indonesia

2. Dubai, Uni Emirat Arab (UEA)

3. Brasilia, Brasil

4. Atlanta, Georgia, AS

5. Sao Paulo, Brasil

6. Boston, Massachusetts, AS

7. Missoula, Montana, AS

8. Naypyidaw, Myanmar

9. New Orleans, Louisiana, AS

10. Dhaka, Bangladesh.

Klaim Zona Hijau dan Kekebalan Komunal di Jakarta

Infografis Klaim Zona Hijau dan Kekebalan Komunal di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Klaim Zona Hijau dan Kekebalan Komunal di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel