Jakbar minta warga konsumsi makanan dan minuman matang cegah hepatitis

Pemerintah Kota Jakarta Barat meminta warga mengonsumsi makanan dan minuman matang atau dimasak secara sempurna untuk mencegah penyebaran hepatitis akut.

"Biasakan untuk hidup bersih dan sehat atau dikenal sebagai HBS, seperti minum minuman yang matang, makan makanan yang dimasak sempurna," kata kata Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Arum Ambarsari saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Selain itu, kebersihan lingkungan di luar dan dalam rumah juga dapat mempengaruhi penyebaran penyakit hepatitis akut.

Maka dari itu, Arum mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan dan mengkonsumsi makanan yang sehat.

Jika sudah terkena, Arum juga mendorong warga untuk langsung ke dokter agar mendapatkan penanganan medis yang cepat.

Dia pun berkaca dari satu kasus meninggal dunia akibat penyakit hepatitis akut yang terjadi di Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

"Jangan menunggu di rumah karena satu kasus kematian yang terjadi di Jakarta Barat itu karena pasien tidak dibawa ke rumah sakit dengan cepat," jelas dia.

Arum berharap warga bisa lebih sadar akan kebersihan dan kesehatan pangan sehingga terhindar dari penyakit ini.

Sebelumnya, berdasarkan data pada Selasa (31/5) yang lalu, tercatat ada delapan orang diduga yang terjangkit hepatitis akut

"Total saat ini bertambah menjadi delapan orang yang suspect. Total di DKI ada 45," kata Arum saat ditemui di kawasan Kembangan, Selasa.

Menurut Arum dari jumlah pasien yang diduga terjangkit hepatitis akut, satu orang meninggal dunia beberapa minggu lalu.
Baca juga: Siswa diimbau tidak jajan sembarangan untuk hindari hepatitis akut
Baca juga: Warga Jakbar yang diduga terjangkit hepatitis bertambah jadi delapan
Baca juga: Dinkes DKI sosialisasikan PHBS cegah hepatitis misterius

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel