Jaket Pink Yumna Ditemukan, Keluarga Korban Sriwijaya Air Datangi JICT

Hardani Triyoga, Ridwansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kerabat korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 mendatangi dermaga Pelabuhan Jakarta International Countainer Terminal (JICT) II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 11 Januari 2021. Yudi Qurbani mengaku datang untuk bisa ikut melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan.

Menurut dia, banyak pihak keluarga korban yang mau mengetahui perkembangan terbaru proses evakuasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Apalagi, ia membaca pemberitaan bahwa jaket sweater merah muda milik keponakannya, Yumna, ditemukan tim SAR gabungan.

"Kita hendak ikut melakukan pencarian karena kemarin ditemukan sweater merah muda milik ponakan saya," ujar Yudi di JICT.

Yudi mengatakan dalam insiden tersebut lima orang kerabatnya menjadi penumpang pesawat nahas tersebut.

Kelimanya adalah pasangan suami istri Toni Ismail dan Rahmawati. Kemudian, anak dari pasangan ini yang bernama Ratih Windania, Yumna Fanisyatuzahra dan keponakan dari pasangan Toni Ismail bersama Rahmawati yang bernama Atar.

"Kemarin sudah disiarkan ditemukan sweater merah muda, kami menduga itu milik Yumna, karena sweater itu digunakan saat Yumna ke Jakarta dari Pontianak," ujar Yudi.

Lebih lanjut, Yudi mengatakan, ia bersama keluarga besar berharap bisa menemukan jasad keluarganya. Meski sudah melihat beberapa kepingan pesawat yang hancur, ia masih punya keyakinan kecil kalau keluarga Toni bisa selamat.

"Harapan kami selalu keluarga bisa membawa pulang jasad untuk dikuburkan, meski kemungkinannya kecil," tutur Yudi.

Yudi mengatakan, lima kerabatnya datang ke Jakarta dari Pontianak untuk berlibur. Setelah tiba di Jakarta, kelimanya langsung berangkat ke Bandung menuju ke rumah sanak saudara.

"Jadi semuanya ke Jakarta untuk berlibur di Bandung," ujar pria yang tinggal di kawasan Tangerang ini.

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat tersebut diduga kuat jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Pesawat tersebut mengangkut 62 orang dengan rincian 56 penumpang yaitu 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga orang bayi. Pun, untuk kru terdapat 12 orang.

Adapun, Pelabuhan JICT II Tanjung Priok dijadikan Basarnas sebagai tempat evakuasi, identifikasi barang terkait kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. (ase)

Baca Juga: Sinyal Black Box Sriwijaya Air Terdeteksi, Arus Jadi Kendala Pencarian