Jaket Presiden Ukraina Laku Terjual Rp 1,6 Miliar

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah jaket yang dipakai dan ditandatangani Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terjual USD 111.000 atau sekitar RP 1,6 miliar dalam ajang penggalangan dana bagi Ukraina di London, Inggris, Kamis lalu.

"Kini seluruh dunia melihat seorang pria yang memakai jaket sederhana," kata Kedutaan Ukraina kepada khalayak di Inggris dalam sebuah video yang diunggah di Twitter bersama foto Zelenskyy memakai jaket tersebut, seperti dilansir laman CNN, Senin (9/5).

"Dan sekarang, jaket yang menjadi simbol unik itu dan ditandatangani oleh Presiden Zelenskyy hadir di sini."

Menurut cuitan Kedutaan Ukraina, tujuan dari acara tersebut adalah untuk "mengisahkan keberanian rakyat Ukraina yang menjadi simbol perang saat ini sekaligus untuk penggalangan dana untuk mendukung keberanian itu."

Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Tindakan itu menuai kecaman internasional dan lebih dari 3.000 warga sipil Ukraina tewas akibat perang, menurut data terbaru Komisioner Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penggalangan dana bertajuk "Keberanian Ukraina" menghadirkan sejumlah mainan sumbangan dari Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska dan foto dari juru foto Max Levine serta jaket Presiden Zelenskyy. Kedutaan Ukraina di London menggelar acara ini di galeri seni Tate Modern. Acara ini mampu mengumpulkan sumbangan senilai USD 1 juta. Sebagian besar dana ini akan disumbangkan untuk Western Ukrainian Specialized Children's Medical Center, kata kedutaan.

Dalam pidato di acara tersebut melalui panggilan video, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memuji kepemimpinan Zelenskyy.

"Sebuah kehormatan untuk berbicara atas nama teman saya Volodymyr Zelenskyy, sosok yang sungguh luar biasa sebagai pemimpin di zaman modern ini," kata dia, seperti tertuang dalam transkrip dari pemerintahan Inggris. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel