Jakpreneur latih warga Kepulauan Seribu olah sukun jadi produk modern

Jakpreneur memberikan pelatihan kewirausahaan kepada warga cara mengolah buah sukun menjadi produk modern yang berlangsung tiga hari dari tanggal 15 hingga 17 Juni 2022.

Wakil Bupati Kepulauan Seribu M Fadjar Churniawan di Jakarta, Kamis, mengapresiasi inovasi yang diberikan Jakpreneur karena umumnya sukun dibuat keripik namun warga diajarkan mengolahnya menjadi sambal, selai, kue cokelat bantat (brownies), pai, ikan teri, dan sukun beku.

Sedangkan Fadjar, pelaku UMKM Kepulauan Seribu mengatakan pelatihan ditujukan agar peserta memiliki keterampilan membuat kreasi produk termasuk memberikan kemasan menarik dari produksi pertanian buah sukun.

"Dengan cara itu buah sukun dapat dijual sebagai 'buah tangan' yang pasti dilirik pengunjung Kepulauan Seribu," tutur Fadjar.

Peserta pelatihan pengolahan hasil pertanian diikuti 150 orang bertempat di ruang rapat kantor Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Fadjar mengatakan kegiatan pelatihan itu mendapat dukungan pemerintah setempat karena dinilai dapat menjaga ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.

Selain itu, menurut Fadjar, selama dua tahun terakhir tidak ada kegiatan pelatihan seperti ini untuk pelaku usaha maupun Ibu rumah tangga di Kepulauan Seribu.

Fadjar berharap peserta yang ikut pelatihan konsisten berlatih hingga menghasilkan produksi yang berkesinambungan dan membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu Devi Lidya mengatakan peserta pelatihan Jakpreneur itu diwakilkan dari enam kelurahan se-Kabupaten Kepulauan Seribu.

Dari sebanyak 150 peserta itu masing-masing dibagi menjadi 50 setiap harinya. Lantas dari 50 peserta pelaku UMKM binaan Jakpreuneur yang mengikuti pelatihan, ada 25 orang dari masing-masing kelurahan tersebut.

Di hari pertama (Rabu), diikuti peserta dari kelurahan Pulau Panggang dan Tidung, hari Kedua (Kamis) diikuti peserta dari Kelurahan Pulau Kelapa dan Harapan, dan hari terakhir (Jumat) dari Kelurahan Pulau Untung Jawa dan Lancang.

Devi berharap pelatihan itu menambah wawasan masyarakat tentang pengolahan produk pertanian, khususnya buah sukun yang menjadi khas Kepulauan Seribu.

Hasil dari pelatihan itu dapat peserta praktekkan untuk konsumsi keluarga maupun untuk usaha kuliner di Kepulauan Seribu.

Untuk mendorong semangat warga, usai pelatihan akan ada pemberian pemberian alat bantu memasak seperti mixer, blender, dan oven.

Salah satu peserta binaan Jakpreneur adalah Munawaroh (45). Menurut warga Pulau Panggang itu, dia mendapat wawasan baru terkait pengolahan buah sukun yang ternyata dibuat menjadi pai. Sehingga bisa dipraktikkan dengan pendampingan ahlinya saat pengolahan maupun pemasaran.

"Semoga hasil dari pelatihan bisa saya aplikasikan ke depannya, saya sendiri suka dengan pai sukun, ini belum pernah saya temui," kata Munawaroh.
Baca juga: Bazar Kelapa Gading Timur pasarkan fermentasi bawang putih Jakpreneur
Baca juga: Pemkot jelaskan tata cara mendaftar pelatihan wirausaha Jakpreneur
Baca juga: Anies berharap JakCloth X Hijabmarket 2022 percepat kebangkitan UMKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel