Jakpro: Formula E Ditunda, Commitment Fee Tidak Hangus

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Project Director Sportainment PT Jakarta Propertindo (Perseroda) M Maulana menyatakan, dana yang sudah dikeluarkan oleh Pemprov DKI untuk penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E tidak hangus. Sebab, penyelenggaraan tersebut tidak batal, hanya ditunda pada 2022.

"Dana tersebut tidak hangus, karena Jakarta Eprix ditunda hingga tahun 2022. Maka uang yang sudah dibayarkan akan digunakan untuk event di tahun 2022," kata Maulana dalam keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).

Dia menjelaskan, commitment fee merupakan suatu yang lazim dibayarkan oleh kota yang akan menjadi tuan rumah kejuaraan internasional. Maulana mencontohkan, dalam penyelenggaraan Formula 1 commitment fee yang perlu dibayarkan itu bisa mencapai 40 juta dollar US atau sekitar Rp 547 miliar untuk kota di luar Eropa.

Lanjutnya, commitment fee dalam Formula E akan dikembalikan berupa pembiayaan logistik acara, biaya penginapan para pembalap dan timnya yang jumlahnya hampir 2.000 orang.

"Pembuatan tribun acara, hadiah bagi para pemenang, biaya sertifikasi event ini agar sesuai dengan standar Internasional, termasuk juga airtime televisi internasional yang menyiarkan kegiatan ini secara langsung, di mana wajah Jakarta akan tampil di dalamnya dan menjadi sorotan dunia," papar dia.

Sedangkan untuk bank garansi, Maulana itu layaknya deposit pada suatu kegiatan acara.

"Atau perjanjian kerja sama. Dana bank garansi itu tidak akan hilang, saat ini bank garansi yang sebelumnya sudah kita bayarkan sudah kembali ke kita," jelas Maulana.

Penundaan Formula E, Fraksi PSI Soroti Soal Biaya Commitment Fee

Contoh aspal lintasan Formula E terlihat di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/2/2020). Aspal untuk sirkuit Formula E di uji coba di Monas, lokasi pengaspalan itu berada di Monas bagian timur. Pengaspalan dilakukan dengan dua metode, sandsheet dan geotextile. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Contoh aspal lintasan Formula E terlihat di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/2/2020). Aspal untuk sirkuit Formula E di uji coba di Monas, lokasi pengaspalan itu berada di Monas bagian timur. Pengaspalan dilakukan dengan dua metode, sandsheet dan geotextile. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastroamidjojo mempertanyakan penyelenggaraan Formula E oleh Pemprov DKI yang akan berlangsung pada 2022.

Menurut dia, penundaan penyelenggaraan itu dapat membebani keuangan Pemprov DKI. Sebab ada ketentuan kenaikan biaya pada tahun berikutnya pada perjanjian penyelenggaraan

"Formula E 2022 nanti commitment fee-nya tetap 20 juta poundsterling atau 24,2 juta poundsterling? Ada selisih 4,2 juta poundsterling atau sekitar Rp 80 miliar, semakin lama ditunda semakin tinggi biaya commitment fee-nya," ucap Anggara dalam keterangan tertulis, Senin (22/3/2021).

Lanjut dia, saat ini Pemprov DKI telah menyetor dana sebesar 31 juta poundsterling. Karena hal itu, Anggara menilai rencana tersebut berpotensi bermasalah di kemudian hari.

"Pak Wagub bilang uang fee yang dibayarkan tidak akan hilang karena akan dipakai untuk acara formula E 2022. Tapi belum jelas berapa biaya commitment fee yang dikenakan untuk tahun 2022," jelas dia.

Sebelumnya, Penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E resmi ditunda di Jakarta. Rencananya Formula E akan dilaksanakan pada 6 Juni 2020 dan dilaksanakan selama lima tahun berturut-turut.

Penundaan itu guna mengantisipasi adanya penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sebab ribuan wisatawan internasional diprediksi hadir dalam ajang balap tersebut.

Saksikan video pilihan di bawah ini: