Jakpro Peroleh Rekomendasi Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro berhasil mendapatkan rekomendasi sertifikat ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan berstandar Internasional. Rekomendasi sertifikasi didapat setelah menjalani sejumlah proses audit eksternal.

Adapun opening meeting untuk audit eksternal terkait penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016 di lingkungan internal Jakpro berlangsung selama 4 hari, yang dilaksanakan pada Senin 19 Oktober hingga Kamis 22 Oktober. Sementara sertifikasi akan diserahkan pada Desember 2020.

Corporate Communication Manager Jakpro Melisa Sjach mengutarakan, penerapan SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ini diharapkan dapat membantu perseroan dalam menjaga kredibilitas dan meningkatkan kepercayaan publik serta para pemangku kepentingan.

"Juga meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan sekaligus meningkatkan nilai perusahaan, memitigasi risiko Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dengan cara memberikan bukti yang kuat bahwa Jakpro telah melakukan langkah-langkah pencegahan yang memadai apabila terjadi penyidikan oleh penegak hukum seperti KPK, Kepolisian, Kejaksaan, maupun pengadilan," terangnya, Kamis (5/11/2020).

Dari sisi value perusahaan, Melisa melanjutkan, SMAP ini juga dapat menjaga kredibilitas PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan meningkatkan kepercayaan publik serta para pemangku kepentingan lainnya kepada perusahaan.

"Serta meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan sekaligus dapat meningkatkan nilai perusahaan apabila PT Jakarta Propertindo (Perseroda) suatu saat go public," sambungnya.

Selain itu, SMAP juga diharapkan mampu memberi pesan yang kuat baik ke dalam perusahaan maupun luar instansi tentang komitmen PT Jakarta Propertindo (Perseroda) terhadap anti penyuapan dan anti korupsi.

"Tak kalah pentingnya, SMAP mampu mencegah terjadinya penyuapan yang berakibat kepada high cost economy sebagai akibat terjadinya biaya-biaya siluman. Sekaligus memberikan dukungan kepada PT Jakarta Propertindo (Perseroda) untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) agar Jakpro dapat terus berkembang secara berkelanjutan," tuturnya.

Jakpro Komitmen Proyek Jakarta International Stadium Tuntas Akhir 2021

Pekerja melintas di depan tiang pancang proyek Stadion BMW, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Saat ini progres pembangunan stadion untuk markas Persija tersebut telah mencapai pemasangan tiang pancang dan PT Jakpro menargetkan proyek selesai pada 2021. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pekerja melintas di depan tiang pancang proyek Stadion BMW, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Saat ini progres pembangunan stadion untuk markas Persija tersebut telah mencapai pemasangan tiang pancang dan PT Jakpro menargetkan proyek selesai pada 2021. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro berkomitmen sepenuhnya mendukung dan menjaga penyelesaian proyek Jakarta International Stadium (JIS) sesuai dengan kontrak yang telah disepakati, yakni pada akhir 2021.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakpro Hanief Arie Setianto kepada mitra stakeholders konsorsium Kerja Sama Operasi (KSO) kontraktor seperti dari PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Jaya Kontruksi, serta KSO manajemen konstruksi seperti PT Virama Karya dan PT Bina Karya.

"Ini untuk meneguhkan komitmen kita apa-apa saja. Saya berharap kita memiliki semangat yang sama dan semua berkomitmen menginginkan hasil yang terbaik untuk proyek pembangunan Jakarta International Stadium," kata Hanief dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2020).

Hanief menuturkan, Jakarta International Stadium merupakan proyek kebanggaan masyarakat Jakarta. Itu sebabnya, ia menginginkan mitra KSO dalam proses pelaksanaannya juga memberikan hasil yang optimal dan terbaik.

Di sisi lain, Hanief pun mengapresiasi mekanisme komunikasi, koordinasi, dan pengendalian proyek yang selama ini dilakukan untuk memonitoring pengawasan proyek Jakarta International Stadium.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga berencana mengadopsi sistem pengawasan yang berbasis teknologi Building Information Modelling (BIM) dan pengembangan Digital Control Tower live CCTV yang diterapkan Jakpro selama pembangunan JIS, terutama untuk memonitor dana program Pemullihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Sistem ini sudah kita laksanakan selama setahun terakhir. Model ini nantinya akan diadopsi oleh Pemprov DKI Jakarta, terutama terkait dana PEN," ujar Hanief.

Sebagaimana diketahui, proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) serta JIS merupakan proyek prioritas Pemprov DKI yang mendapatkan pinjaman dari pemerintah pusat melalui program PEN. Dengan adanya dana PEN, Hanief menyampaikan, proyek JIS pun harus memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

"Itu hal yang perlu diingatkan, Kita fokus hal yang menjadi perhatian kita dan Jakpro dengan dukungan Pemprov DKI berkomitmen menyediakan kebutuhan agar mempercepat proyek ini," tukas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: