Jaksa Agung Wanti-Wanti Jajarannya soal Integritas dan Media Sosial

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin mewanti-wanti jajarannya agar selalu menjaga integritas. Jaksa Agung juga meminta anak buahnya menjauhi perbuatan tercela yang berpotensi melawan hukum.

"Saya tidak butuh jaksa pintar tapi tidak berintegritas, melainkan saya butuh jaksa pintar yang berintegritas. Untuk itu, bagi siapa saja yang tidak mau berubah, silakan mengundurkan diri sebelum saya undurkan," kata dia, dalam keterangan tertulis dikutip, Senin (1/11).

Hal itu disampaikan, ketika Jaksa Agung ST Burhanuddin mengunjungi Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Minggu 31 Oktober 2021.

Menurut dia, salah satu agenda utama Kejaksaan Agung adalah memulihkan marwah Korps Adhyaksa dengan meningkatkan integritas punggawanya.

Oleh karena itu, sangat disayangkan masih ditemukannya anggota Kejaksaan Agung yang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya.

"Perlu saudara ketahui, keputusan terberat yang diambil oleh seorang pimpinan adalah ketika harus menghukum anak buahnya. Namun bagi saya, lebih baik kehilangan anak buah yang buruk untuk menyelamatkan institusi," ujar Burhanuddin.

Belakangan, kata dia, kiprah kejaksaan dalam menangani perkara-perkara besar telah berhasil meningkatkan kepercayaan publik. Namun di sisi lain, capaian itu membuat beberapa pihak yang tidak senang atau terganggu.

"Fenomena ini dikenal dengan istilah corruptor's fight back. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada dalam melaksanakan tugas dan berperilaku sesuai norma yang ada, begitupun dalam aktivitas di sosial media," kata Burhanuddin.

Dia meminta seluruh jajarannya bijak dalam bermedia sosial dengan hindari unggahan yang bisa munculkan pertentangan dengan kebijakan institusi dan pemerintah.

Juga dalam mengunggah informasi soal diri sendiri dan keluarga. Sebab, lanjut dia, media sosial merupakan instrumen yang paling mudah untuk mencari informasi soal kehidupan pribadi seseorang. Hal ini rentan dimanfaatkan oleh pihak yang berseberangan untuk membuat opini miring tentang diri pribadi maupun institusi Kejaksaan Agung.

"Kita tidak akan pernah tahu akan ditempatkan di mana dan akan menangani kasus apa, terkait hal tersebut apabila kita menangani kasus yang sensitif, maka pihak yang berseberangan dengan kita akan dengan mudah mencari segala macam informasi dari diri kita bahkan keluarga kita," tutur Burhanuddin.

"Oleh karena itu bijaksanalah dalam bermedia sosial," imbuh dia.

Burhanuddin mengingatkan, abdi negara harus memberikan contoh yang baik untuk masyarakat.

"Sadarilah bahwa kita adalah abdi negara, abdi masyarakat. Maka sudah sepatutnya memberikan contoh sikap, adab, etika dan sopan santun kepada masyarakat, serta turut menyosialisasikan kebijakan pemerintah maupun institusi," lanjut dia.

Jangan Ragu Jatuhkan Hukuman

Burhanuddin juga meminta adanya penguatan pengawasan dalam akselerasi perubahan dan perbaikan turut diperkuat agar menumbuhkan kepercayaan publik (public trust).

"Saudara harus pahami itu. Oleh karenanya saya minta jajaran Bidang Pengawasan untuk optimalisasi pengawasan. Kepada jajaran pengawasan agar terlebih dahulu melakukan pencegahan terhadap pegawai yang melakukan perbuatan indisipliner," kata dia.

Bahkan, dia mengingatkan agar bidang pengawasan agar tidak segan menjatuhi hukuman bagi mereka yang melanggar maupun mencoreng nama baik Kejaksaan.

"Lakukan pembinaan apabila masih dapat diperbaiki perilakunya, namun jangan segan untuk menghukum mereka yang tidak dapat dibina dan secara nyata mencoreng nama baik institusi agar menciptakan efek jera," tegas dia.

"Serta saya minta untuk turut melakukan pengawasan ketat terhadap tenaga honorer yang ada di lingkungan kita, agar tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat merugikan institusi," lanjut Burhanuddin.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel