Jaksa AH Tersangka Pencabulan Remaja Laki-Laki Dikirim ke Lapas Jombang

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Polres Jombang menyerahkan AH, jaksa yang menjadi tersangka berikut berkas dan barang bukti kasus pencabulan remaja laki-laki ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jombang. Pria itu kemudian dikirim ke Lapas Kelas II B Jombang.

Setelah proses tahap dua, AH yang mengenakan pakaian biru, celana dan kopiah hitam, tampak dikawal dengan tangan diborgol. Ia berjalan kaki dengan penjagaan ketat dari kantor kejaksaan setempat menuju ke Lapas Kelas II B Jombang.

Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Tengku Firdaus mengatakan, pihaknya akan mematangkan kembali surat dakwaan. "Kalau rencana dakwaan sudah selesai, tapi kami akan matangkan lagi. Segera mungkin kami akan limpahkan ke pengadilan," ujar Firdaus saat ditemui di ruangannya.

Enam Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah ditunjuk untuk menangani perkara AH. Tim ini akan dipimpin langsung Firdaus.

Tidak Ada Perlakuan Khusus

AH disangka melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto 65 KUHP.

"Jadi 65 KUHP ini beberapa perbuatan yang berdiri sendiri. Jadi ada beberapa perbuatan terhadap korban ini, dilakukan beberapa kali. Jadi makanya kita sangkakan dengan 65 KUHP. Kalau ancamannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun (dipenjara). Untuk korban sampai saat ini ada empat orang," katanya.

Firdaus juga memastikan, AH tidak diistimewakan dalam penanganan ini. Hal itu akan dibuktikan di meja persidangan Pengadilan Negeri Jombang.

"Ini perkara biasa dalam hal kepada korban-korban yang notabenenya anak-anak. Jadi pesan tegas dari pimpinan bahwa tidak ada perlakuan khusus. Kemudian tidak akan tolerir terkait perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh oknum tersebut," tegasnya.

"Jadi ini juga menjadi pemberatan, karena dia selaku aparat penegak hukum. Nanti nanti akan pertimbangan pemberatan terhadap tersangka," pungkasnya.

Sekadar diketahui sebelumnya bahwa, AH diringkus polisi karena diduga mencabuli seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di kamar salah satu hotel di Jombang, Kamis (18/8) dini hari. Polisi juga meringkus seorang muncikari di hotel tersebut. Si muncikari adalah remaja laki-laki berusia 17 tahun yang tak lain kakak kelas korban di sekolah menengah. [yan]