Jaksa hadirkan Ketua NU Cirebon di sidang hoaks Bahar Smith

Tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menghadirkan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon Mustofa Rajid sebagai saksi sidang kasus hoaks ceramah Bahar Smith.

Dijelaskan oleh jaksa penuntut umum Suharja bahwa Mustofa yang dihadirkan itu merupakan salah satu saksi fakta. Namun, menurut dia, Mustofa tidak ada di lokasi pada saat acara ceramah Bahar Smith.

"Jadi, ini saksi fakta, yang mengetahui video dari YouTube," kata Suharja di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Menurut dia, pada hari Selasa ini ada tiga orang saksi yang dihadirkan. Tiga orang saksi itu, yakni Mustofa dan dua orang lainnya yang juga melihat video ceramah Bahar Smith.

"Semuanya ini ada tiga, jadi semuanya yang melihat ceramah Bahar Smith di YouTube," kata Suharja.

Sementara itu, Ichwan Tuankotta selaku pengacara Bahar Smith mengatakan bahwa saksi Ketua PCNU Cirebon itu merupakan saksi yang dihadirkan jaksa dalam kategori saksi terdampak keonaran akibat ceramah Bahar Smith.

Namun, Ichwan mengatakan bahwa saksi tersebut tidak bisa menunjukkan apa pun yang terkait dengan adanya keonaran akibat ceramah Bahar Smith itu.

"Faktanya dia sampaikan tidak ada (keonaran). Hanya keresahan biasa. Itu pun obrolan mereka komunitas PCNU," kata Ichwan.

Dijelaskan oleh Ichwan bahwa dua saksi lainnya yang juga akan dihadirkan selanjutnya merupakan saksi dari penggiat media sosial. Dua orang tersebut merupakan saksi yang berkomentar pada unggahan YouTube yang berisi ceramah Bahar Smith.

"Dia salah satunya yang ngomen pada saat itu. Saksi ini terkait dengan dampak dari ceramah itu keonaran apa yang dirasakan langsung," kata Ichwan.

Baca juga: Saksi panitia acara akui sudah tiga kali coba undang Bahar Smith

Baca juga: Kades sebut Rizieq pernah ceramah di tempat Bahar Smith terjerat hoaks

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel