Jaksa: Klaim Putri Candrawathi Diperkosa Brigadir J Tidak Cukup Bukti

Merdeka.com - Merdeka.com - Jaksa penuntut umum (JPU) mengungkap fakta hukum dalam persidangan kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Jaksa mengatakan, klaim terdakwa Putri Candrawathi diperkosa Brigadir J tidak memiliki bukti yang cukup.

"Bahwa Putri Candrawati telah mengalami kekerasan seksual atau pemerkosaan yang dilakukan oleh korban Nofriansyah adalah tidak cukup alat bukti," tegas jaksa dalam sidang tuntutan Putri, Rabu (18/1).

Jaksa menyebut, fakta yang terungkap dalam persidangan justru bertolak belakang dengan klaim Putri. Dia mengambil contoh keterangan saksi Richard Pudihang Lumiu atau Bharada E, Kuat Maruf, Susi dan Ricky. Keempat saksi tersebut memastikan tidak melihat Putri diperkosa Brigadir J.

"Bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut justru menunjukkan keterangan terdakwa Putri yang merasa telah mengalami kekerasan seksual atau pemerkosaan yang dilakukan oleh korban Nofriansyah adalah janggal dan tidak didukung alat bukti yang kuat," ucap jaksa.

Jaksa menegaskan, fakta yang diungkapkan ini merujuk pada sejumlah alasan. Di antaranya, berdasarkan keterangan Sugeng Putut Wicaksono pada 3 Agustus 2022 poin 8 mengatakan Ferdy Sambo berkali-kali mengingatkan bahwa pemerkosaan oleh Brigadir J terhadap Putri di Magelang tidak pernah terjadi.

"Itu hanya ilusi," kata jaksa mengutip keterangan Sugeng.

Keluarga Brigadir J Harap Putri Dituntut Hukuman Maksimal

Pengacara Keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak mengatakan, keluarga korban berharap agar JPU dapat memberikan tuntunan terhadap Putri secara maksimal.

"Demi keadilan bagi korban dan keluarga serta masyarakat Indonesia keluarga berharap tuntutan maksimal," kata Martin Lukas saat dihubungi merdeka.com, Rabu (18/1).

Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022. Ferdy Sambo mengklaim, penembakan itu terjadi akibat dirinya marah Brigadir J melecehkan Putri di Magelang pada 7 Juli 2022.

Saat itu, Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J. Tuntutan hakim menyebutkan, Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J sebanyak dua kali. [tin]