Jaksa Nakal, Coreng Kejagung

Liputan6.com, Jakarta: Jaksa Agung Muda Pengawasan Marwan Effendy menyesalkan dalam kurun empat tahun, Kejaksaan Agung ketiban musibah atas praktik-praktik korupsi para jaksa "nakal". Marwan mencontohkan kasus suap yang dilakukan mantan jaksa Urip Tri Gunawan.

 

"Sejak awal kasus Urip. Ada kesan di publik semua Jaksa sama seperti jaksa Urip. Semua jaksa saat naik bus disangka Urip, sampai enggak berani pakai pakaian dinas saking malunya para jaksa tersebut," ucap Marwan dalam seminar bertema "Optimalisasi Peran Pengawasan Melekat (Waskat) Dalam Rangka Meningkatkan Integritas Moral dan Kredibilitas Aparatur Kejaksaan" di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Senin (12/12).

 

Marwan menuturkan, perilaku Jaksa Urip Tri Gunawan yang tersangkut kasus hukum menjadi tamparan keras bagi Kejagung. Apalagi prilaku jaksa nakal yang kembali muncul ke publik yang ramai di media belakangan ini.

 

"Belakangan muncul lagi DSW lalu Sistoyo, bukan enggak enak hati, Pak Jaksa Agung disindir terus dalam rapat kabinet. Belum lagi jaksa yang menggelapkan barang bukti, kasus Gayus, tukar guling tahanan, jaksa menghamili tahanan dan sebagainya," sesal mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus ini.

 

Kendati demikian Marwan mengklaim tingkat hukuman bagi jaksa nakal lebih berat ketimbang pada 2008-2009 ini. "Sejak Tahun 2010-2011 jaksa nakal telah dihukum berat lebih besar. Pertimbangan kita hukum berat. Karena sebelumnya terlalu ringan." Usulan hukuman lebih berat ini, Marwan menilai biar ada rasa kapok bagi jaksa.(AIS)